Paket Wisata Banyuwangi Dimatangkan


Sambut Annual Meeting IMF-WB Paket Wisata Banyuwangi Dimatangkan

SEBARIN.INFO - Jakarta,  - Jelang Annual Meeting IMF - World Bank 2018 di Bali, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada Kementerian Pariwisata, Pemkab Banyuwangi dan para pihak terkait lainnya agar Paket Wisata Banyuwangi segera disiapkan, agar lebih matang menghadapi event besar ini.

Sebagai Ketua Panitia Nasional (PanNas), Menko Kemaritiman meminta koordinasi lintas sektor bekerja secara incorporated. Keharmonisan dalam bekerja juga harus diperhatikan demi nama Indonesia di mata dunia. Untuk itu, Menteri Luhut meminta hal-hal yang sifatnya strategis, dapat dituntaskan secepatnya, atau sebelum pelaksanaan Annual Meeting IMF - WB.

"Saya sudah berkunjung ke Banyuwangi. Banyuwangi sudah baik, oke, dan siap menerima delegasi internasional. Bahkan, setelah berkunjung ke sana, saya jadi semakin yakin bahwa Indonesia sebagai tuan rumah ini bisa dijual dengan hebat ke delegasi dari 189 negara," jelas Luhut bersama Menpar Arief Yahya di Jakarta, Selasa (20/3).

Annual Meeting IMF-Bank Dunia akan diikuti 18.000 delegasi dari seluruh dunia. Banyuwangi akan menjadi penyangga buat Bali. Sebagian delegasi penting bakal mendarat di Banyuwangi.

Banyuwangi menjadi salah satu destinasi unggulan dalam menarik kunjungan wisatawan. Tahun 2017 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Banyuwangi sebanyak 98.970 wisman dan wisatawan nusantara (wisnus) 4,9 juta wisnus dengan total belanja wisatawan (wisman dan wisnus) mencapai Rp 7,7 triliun.

Luhut menilai kesiapan Banyuwangi menyambut delegasi telah mencapai 85 persen. Mulai dari infrastruktur, destinasi, hingga atraksinya.

"Banyuwangi ini indah dan bersih. Kotanya tertata. Secara ekonomi, daerah ini tumbuh pesat. Pak Bupati bekerja dengan baik, dan apa yang telah dilakukan Bupati ini harus didukung,” ujar Luhut.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, dengan persiapan yang matang, perhelatan Annual Meeting IMF WB akan maksimal. Dan membuat nama Indonesia lebih terkenal ke seluruh dunia.

"Spiritnya Indonesia Incorporated. Ini acara besar. Untuk bisa sukses kami harus kerja bersama. Ini menjadi ajang untuk mempromosikan Indonesia, Bali and Beyond dan Wonderful Indonesia secara konkret," kata Menpar Arief Yahya.

Dijelaskannya, Banyuwangi harus disiapkan karena sepertiga Wisman yang berkunjung ke Provinsi Jawa Timur, juga mengunjungi Banyuwangi. Dan Tahun 2018, Banyuwangi mendapat predikat ASEAN Clean Tourist City Standard Award bersama Bandung dan Surabaya dalam ASEAN Tourism Awards (ASEANTA) 2018 Chiang Mai di ajang ASEAN Tourism Forum 2018.

"CEO Commitment oleh Pak Bupati selama ini telah membuahkan hasil. Perkembangan pariwisata di Banyuwangi tumbuh dengan pesat baik itu atraksi, aksesbilitas dan amenitasnya," jelas pria yang juga asal Banyuwangi ini.

Menpar tak lupa menyemangati semua elemen di Banyuwangi. Momentum tahun ini harus dimanfaatkan. Ribuan delegasi datang, dan Banyuwangi sudah ditetapkan sebagai bandara pendukung.

"Artinya, sebagian delegasi mendarat di Banyuwangi. Manfaatkan itu. Tunjukkan kekuatan dan keunikan pariwisata Banyuwangi," kata Arief.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata II Kemenpar, Nia Niscaya menambahkan, Kementerian Pariwisata terus mempromosikan Annual Meeting IMF-World Bank ke berbagai ajang internasional.

"Promosi Wisata Indonesia ditampilkan pada semua acara, baik pada main events, parallel/side events maupun Program VTI (Video, Banner, Flyer dll). Selain itu juga terus dipromosikan dalam misi budaya, materi promosi, maupun iklan bersama," papar Nia.(InfoPublik)