Sekolah Tinggi Kewirausahaan Pertama

Kemenristekdikti Berikan Izin Pendirian Sekolah Tinggi Kewirausahaan Pertama di Indonesia

SEBARIN.INFO - Jakarta, - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dhuafa dan yatim tersebut dinilai memiliki konsep dan cara pengajaran bagus untuk melahirkan entrepreneur muda Indonesia.

“Saya sangat apresiasi sekolah ini. Konsep mendidik yang ditawarkan benar-benar membuat talenta anak terkait bisnis menjadi bisa berkembang baik,” tutur Menristekdikti Mohamad Nasir di sela penyerahan izin pendirian Sekolah Tinggi Kewirausahaan Selamat Pagi Indonesia (SPI), di Gedung Kemenristekdikti, Senayan Jakarta, Senin (19/3).

Sekolah yang berada di atas lahan 18 hektare di Kota Malang, Jawa Timur tersebut menurutnya menjadi harapan baru bagi anak-anak kurang mampu untuk bisa mendapatkan pendidikan terbaiknya, guna menggapai cita-cita masa depan.

Karena itu sebagai wujud dari apresiasinya, Kemenristekdikti kata Nasir memberikan izin pendirian Sekolah Tinggi Kewirausahaan. Keberadaan sekolah tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan oleh alumni SMA Selamat Pagi Indonesia untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Nasir mengatakan bahwa Sekolah Tinggi Kewirausahaan Selamat Pagi Indonesia merupakan perguruan tinggi pertama khusus di bidang kewirausahaan di Indonesia. Kehadiran SPI ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk turut berkontribusi menghasilkan wirausaha di Indonesia.

Menristekdikti berharap agar nantinya para mahasiswa di SPI  dapat memiliki dedikasi tinggi untuk mendalami ilmu kewirausahaan serta menguasai teknologi, sehingga dapat memasarkan hasil usahanya ke dunia International.

Sementara itu Pendiri Sekolah Tinggi Selamat Pagi Indonesia Julianto Eka Putra mengatakan bahwa SPI merupakan perguruan tinggi berbasis praktek dengan persentase kurikulum 70 persen praktik dan 30 persen teori. SPI memiliki sarana belajar yang disebut dengan Kampoeng Succezz, dimana juga digunakan sebagai laboratorium tempat menerapkan teori-teori yang di dapat di dalam kelas.

Julianto menambahkan SPI menerapkan muatan lokal enterpreneurship untuk memacu kemampuan ‘life skill’ peserta didik sehingga nanti lulusannya siap kerja dan mampu bersaing di era global.

“Saat ini untuk sekolah kewirausahaan kami ingin lebih fokus ke praktik, di tempat kami ada resto, penginapan, tour and travel yang nanti bisa menjadi laboratorium mereka,” ujar Julianto Eka Putra.

Julianto Eka Putra mengatakan Sekolah Menengah Atas (SMA) Selamat Pagi Indonesia merupakan cikal bakal Sekolah Tinggi Selamat Pagi Indonesia yang didirikan atas dasar keprihatinan melihat banyaknya kalangan tidak mampu dan anak yatim yang putus sekolah. Sekolah ini gratis bagi anak-anak yatim piatu.

Dengan berdirinya Sekolah Tinggi Selamat Pagi Indonesia diharapkan ada kesinambungan antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi bagi anak-anak tidak mampu tersebut .

“Kami berharap Sekolah Menengah Atas Selamat Pagi Indonesia dapat memutus rantai kemiskinan mereka. Beberapa lulusan SMA Selamat Pagi Indonesia saat ini telah dapat membantu keluarganya, membantu biaya sekolah adik-adiknya. Kami sangat bersyukur diberi keprcayaan oleh Kemenristekdikti untuk mendirikan Sekolah Tinggi ini, sehingga dapat lahir lebih banyak wirausaha muda baru di Indonesia,” pungkas Julianto.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan SPI Sendy Fransiscus Tantono, Pendiri SPI Julianto Eka Putra, Ketua Sekolah Tinggi SPI Agung Pramono, Direktur Jenderal Kelembangan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Ani Nurdiani, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi dan tamu undangan lainnya.( InfoPublik)