Tidak Ada Kebocoran Data Pribadi

Menkominfo Jelaskan Tidak Ada Kebocoran Data Pribadi ke DPR

SEBARIN.INFO - Jakarta,  - Komisi I DPR RI meminta penjelasan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara terkait dengan dugaan bocornya data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) masyarakat, pasca registrasi nomor sim card ponsel.

"Rapat kali ini memastikan Kominfo melakukan perlindungan data pelanggan," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menkominfo di Gedung DPR RI, Senin (19/3).

Menurut dia, ada selentingan kabar yang beredar melalui media sosial terkait kebocoran data registrasi yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat ketika melakukan registrasi, sehingga enggan mendaftarkan diri mencantumkan data diri.

"Persyaratan registrasi menggunakan NIK dan KK menimbulkan kekhawatiran di masyarakat mengingat itu data pribadi," katanya.

Langkah DPR meminta penjelasan kepada Menkominfo, lanjut Meutya, sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat bahwa data yang diregistrasikan aman. Mengingat registrasi sim card merupakan program pemerintah untuk mengurangi berbagai macam tindak pidana penipuan melalui ponsel.

"Kita perlu melakukan perbaikan untuk meyakinkan masyarakat agar tidak khawatir ketika memberikan data-datanya," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Menkominfo Rudiantara menegaskan, pihaknya menjamin tidak ada data diri masyarakat dalam bentuk NIK dan Nomor KK yang bocor, pasca registrasi nomor ponsel. Karena proses registrasi pra bayar data masuk ke central operator kemudian diteruskan ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. "Tidak ada data bocor di Kominfo," tegasnya.

Pihaknya menyadari betapa pentingnya data diri ini, sehingga program registrasi sim card ini melibatkan para pemangku kepentingan. Para pemangku dan pemerintah pun melakukan serangkaian perjanjian untuk melindungi data pribadi masyarakat yang telah registrasi.

"Operator dan kominfo melakukan monitoring dan ada perjanjian, proteksinya banyak. Registrasi kartu prabayar memberi dimensi betapa pentingnya perlindungan data pribadi," katanya. (InfoPublik)