Audit Sarana Produksi Ikan Makerel Kaleng


BPOM, KKP dan Kemenperin Audit Sarana Produksi Ikan Makerel Kaleng

SEBARIN.INFO - Jakarta,  - Menindaklanjuti temuan parasit cacing pada ikan makerel dalam kaleng, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan audit komprehensif dengan mekanisme pemeriksaan bersama (joint inspection) ke sarana produksi ikan makerel kaleng dalam negeri.

"Audit komprehensif ini untuk memeriksa proses yang dilakukan secara menyeluruh serta mengidentifikasi titik kritis yang memungkinkan standar mutu dan keamanan produk akhir tidak terpenuhi," kata Kepala BPOM Penny K Lukito yang dikutip dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (6/4).

Berdasarkan hasil audit tersebut diketahui parasit cacing merupakan cacing laut jenis Anisakis, bukan cacing pita, berasal dari bahan baku ikan makerel di laut yang berasal dari impor.

Terkait ini KKP akan melakukan langkah pencegahan antara lain dengan pemeriksaan lebih intensif terhadap fenomena alam yang memengaruhi kualitas bahan baku ikan makerel.

Sementara itu, BPOM RI terus memantau proses penarikan berdasarkan kode produksi (bets) terdampak parasit cacing yang dilakukan oleh pelaku usaha. Dipastikan bahwa seluruh bets produk ikan makerel dalam kaleng yang disebutkan dalam lampiran produk yang ditarik, sudah dalam proses penarikan produk oleh pelaku usaha dan dalam pengawasan BPOM RI.

Hal itu telah diverifikasi dalam joint inspection yang dilakukan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Perindustrian sampai dinyatakan selesai dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan produk ikan makerel dalam kaleng yang beredar, karena proses penarikan produk dari kode produksi tertentu tersebut telah dikawal. Masyarakat juga tidak perlu takut untuk mengonsumsi produk ikan dalam kaleng. Pemerintah dan pelaku usaha akan memastikan produk yang tidak memenuhi syarat tidak lagi beredar," kata Penny.

Lebih jauh Kepala BPOM RI menyampaikan temuan parasit cacing ini menjadi pembelajaran bersama. Sebagai regulator, BPOM RI akan terus meningkatkan efektivitas pengawasan.

Disisi lain pelaku usaha akan memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme dalam keamanan dan mutu produk. "Masyarakat sebagai konsumen dapat berperan aktif dalam pengawasan obat dan makanan dengan melaporkan jika menemukan produk yang bermasalah," ujarnya.(InfoPublik)