Bentuk Korporasi Koperasi Petani


Pemerintah Percepat Bentuk Korporasi Koperasi Petani

SEBARIN.INFO - Jakarta,  - Kementerian Pertanian (Kementan) akan mempercepat proses korporasi koperasi petani. Salah satunya dengan bantuan untuk pengembangan usaha seperti dryer, combine harvester, rice milling unit (RMU) dan alat untuk pengemasan.

“Sesuai arahan Presiden, kita akan mempercepat korporasi koperasi dengan fokus bantuan dryer, combine harvester, RMU dan packaging,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai Rapat Terbatas dengan Perbankan, Kementerian Koperasi dan  Kementerian BUMN di Jakarta, Selasa (3/4).

Tahap awal korporasi koperasi ini akan dilakukan di Jawa Timur, pada sembilan titik. Selanjutnya di Jawa Tengah dan Jawa Barat sebagai sentra pangan (produksi padi). Dalam pelaksanaannya akan dilakukan sinergi dengan BUMN Pangan non Bulog. Diantaranya PT. Sang Hyang Seri (SHS), PT. Pertani dan PT. PPI.  “Bisa jadi nanti koperasi itu membentuk BUMDes. Jadi yang sekarang sudah jalan dapat dipercepat,” katanya.

Amran berharap, dengan korporasi koperasi, petani bisa mendapatkan harga beli gabah lebih baik. Contohnya, ada salah satu koperasi yang sudah menjadi korporasi ternyata bisa membeli gabah di tingkat petani seharga Rp4.200-4.300/kg dan menjual dengan harga Rp8.000-9.000/kg.

“Sasaran akhir dari korporasi koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan petani, memotong mata rantai perdagangan beras dan menekan harga beras di tingkat konsumen,” tuturnya.

Untuk membantu permodalan, ungkap Amran, pemerintah akan membuat skim khusus agar koperasi bisa menjalankan kegiatan usahanya, termasuk membeli gabah dengan harga yang menguntungkan petani. Kemudian memproduksi dan menjual beras dengan harga yang layak untuk konsumen. (InfoPublik)

0 Response to "Bentuk Korporasi Koperasi Petani"

Post a Comment