Gelar Bawang Putih Murah


Pelaku Usaha Gelar Bawang Putih Murah di Pasar Induk Kramat Jati

SEBARIN.INFO - Jakarta,  - Kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam Perkumpulan Petani dan Pengusaha Bawang Indonesia (P3BI) menggelar penjualan bawang putih murah dengan harga Rp18.500/kg di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (28/3). Kegiatan tersebut untuk membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bawang putih yang kini terus bergerak naik.

Pengurus P3BI Nurul Shantiwardhani mengatakan, penjualan bawang putih tersebut dilakukan salah satu anggota P3BI yakni PT. Haniori. Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari, sejak Selasa (27/3) - Kamis (29/3).

“Kemarin (Selasa), dilepas sebanyak 28 ton atau satu kontainer, sekarang (Rabu) juga satu kontainer, besok (Kamis) rencananya akan ada satu atau dua kontainer lagi,” katanya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (28/3).

Menurutnya, penjualan bawang putih impor dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan harga pasar, saat ini bukan operasi pasar. Namun, sebagai bentuk komitmen pelaku usaha dalam hal ini PT. Haniori untuk menjaga stabilisasi harga bawang di pasar.

Diharapkan dengan menjual bawang putih di tingkat grosir dengan harga Rp18.500/kg bisa menekan kenaikan harga di pasar. Saat ini ungkap Nurul, harga bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati mencapai Rp23 ribu/kg.

Sementara di pasar tradisional, seperti Pasar Senen Rp38 ribu/kg, Pasar Jembatan Merah Rp35 ribu/kg, Pasar Sunter Pododomor Rp48 ribu/kg, Pasar Grogol Rp32 ribu/kg. Harga tertinggi di Pasar Pramuka yang mencapai Rp80 ribu/kg. Sedangkan terendah di Pasar Cengkareng Rp28 ribu/kg. “Kalau dirata-ratakan, harga bawang putih di DKI Jakarta sekarang ini sekitar Rp41 ribu/kg,” ujarnya.

Nurul mengatakan, tingginya harga bawang putih di pasar tidak lepas karena pasokan sangat tergantung dari impor. Sementara upaya pemerintah mendorong produksi dalam negeri masih ada kendala ketersediaan bibit unggul dan lahan.

“Sesuai kebijakan pemerintah, importir memang mendapat tugas menanam bawang putih sebesar 5 persen dari kuota impor, tapi persoalan saat kita mau membantu petani menanam bawang putih ada masalah ketersediaan bibit dan lahan,” tuturnya

Sementara itu ditempat yang sama, Koordinator Pedagang Rempah-rempah Pasar Induk Kramat Jati Sarsulim Rasad mengakui, harga bawang putih kini memang sedang tinggi. Untuk yang cutting dari importir sempat mencapai Rp28 ribu/kg dan di Pasar Induk Kramat Jati sekitar Rp30-32 ribu/kg. Sedangkan harga bawang putih yang bukan cutting dari importir sebesar Rp24 ribu/kg.

Penyebabnya adalah kuota impor yang biasa didapat pelaku usaha terlambat keluar. Bahkan sejak Januari-Februari lalu tidak ada kuota impor bawang putih yang pemerintah keluarkan. “Kuota impor baru keluar Maret ini. Jadi yang dijual saat ini adalah kuota impor yang baru didapat awal Maret,” katanya.

Untuk menjaga stabilisasi harga bawang putih, Sarsulim mengatakan, pihaknya telah membatasi harga maksimal Rp22 ribu/kg, sehingga saat di pasar tidak lebih dari Rp30 ribu/kg. Sedangkan untuk penjualan bawang putih yang dilakukan PT. Haniori ini, kalangan pedagang dibatasi hanya bisa membeli 1 ton atau sebanyak 50 karung. “Dengan cara ini semua pedagang akan punya barang,” ujarnya.(InfoPublik)