Infrastruktur Listrik di Kepulauan Seribu


DKI Akan Kembangkan Infrastruktur Listrik di Kepulauan Seribu

SEBARIN.INFO - Jakarta,  – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyambut positif pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) PT. Jakarta Utilitas Propertindo mengenai proyeksi kebutuhan listrik di Kepulauan Seribu.

Melalui forum ini, Sandiaga menyampaikan perlunya komitmen untuk mengembangkan infrastruktur listrik, dan salah satu tujuannya adalah untuk menghadirkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) untuk pasokan  listrik di kawasan pulau terluar Kepulauan Seribu.

“Tujuan FGD ini salah satunya adalah bagaimana mengoptimalisasi yang sudah ada, 75 km kabel listrik bawah laut. Tapi sebenarnya itu tidak cukup, karena itu kita harus mulai bergerak ke energi baru dan terbarukan (EBT),” kata Sandiaga pada FGD yang berlangsung di Four Points by Sheraton Jakarta, Selasa (20/3).

Disebutkan, ke depan Pemprov DKI Jakarta tidak akan pernah meninggalkan Kepulauan Seribu. “Kita ingin Kepulauan Seribu maju seperti daerah lainnya yang ada di wilayah Jakarta, karena Kepulauan Seribu bukan halaman belakang tapi beranda terdepan Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya.

Kepulauan Seribu terdiri atas105 pulau, dengan jumlah penduduk sebanyak 23.826 ribu jiwa, sementara untuk jumlah kunjungan arus wisatawan ke Kepulauan Seribu sebanyak 878.971 orang. “Namun baru ada 16 pulau yang teraliri listrik. Di sinilah FGD ini kita selenggarakan, agar bisa konkritkan rencana untuk mengaliri listrik di pulau-puau lainnya,”  terangnya.

Adapun masyarakat yang belum menikmati listrik 24 jam adalah warga Pulau Sebira, yang berjarak 61 mil dari Jakarta. Untuk sementara ini, warga menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan kedepan sedang disiapkan penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

“Ke depan, mari kita berikan solusinya, karena ini banyak sekali yang akan tersolusikan dengan adanya Energi Baru dan Terbarukan, energi listrik yang bisa menjangkau sampai ke Kepulauan Seribu paling ujung, yaitu Pulau Sebira,” imbuhnya.

Menurutnya, untuk itu perlu adanya pengayaan dan investasi. Rencananya, pihak investor dapat menambah kapasitas kemampuan kabel laut dalam penyaluran daya hingga 30 MW, yang semula baru sekitar 8-9 MW.

“Dengan tersedianya jaringan listrik di Kepulauan Seribu, sejumlah manfaat dapat dirasakan ke depannya, antara lain peningkatan industri skala rumah tangga, peningkatan motivasi bersekolah dan belajar, percepatan penyampaian informasi melalui media elektronik, penurunan pencemaran lingkungan udara karena gas buang PLTD, serta peningkatan arus kunjungan wisatawan manca negara dan wisatawan domestik,” paparnya.

Ia menambahkan,  pengadaan kebutuhan listrik di Kepulauan Seribu juga dalam rangka menyambut perhelatan event olahraga akbar Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang.

Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Yuli Hartono, Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah, Direktur Utama Jakara Propertindo (JakPro), Satya Heragandhi, dan Direktur Utama PT. Jakarta UtilitasPropertindo, Chairul Hakim.(InfoPublik)