Jepang Ingin Bangun Kedekatan


LIPI: Jepang Ingin Bangun Kedekatan dengan ASEAN

SEBARIN.INFO - Jakarta,  - Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) Firman Noor mengungkapkan Jepang menganggap merasa perlu mengembalikan peran dimana masa tahun 1970-1990-an sangat erat hubungannya dengan negara negara ASEAN.

Menurutnya, salah satu upayanya adalah dengan melakukan kegiatan simposium 45 tahun kerja sama antara Jepang dengan ASEAN

“Kelihatannya Jepang punya kepentingan untuk terus membangun kedekatan kedekatan dengan ASEAN, utamanya Indonesia. Pendekatannya multi trek tidak hanya government to government tapi seperti ini akademis,” kata Firman kepada wartawan usai menutup kegiatan Symposium di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu (4/4).

Dijelaskan Firman, Jepang menyadari selama ini peran mereka sudah banyak digantikan oleh Tiongkok. Ada sebuah pergeseran dalam konteks ekonomi dan sebagainya ketika Tiongkok semakin masif, dinamis dan mobilitasnya tinggi.

“Sehingga kemudian Jepang merasa perlu mengembalikan perannya dimana masa 70-90-an sebelum China bangkit sangat berpengaruh di ASEAN,” ujarnya.

Seperti diketahui, hubungan kerja sama antara Jepang-ASEAN memasuki usia 45 tahun. Jepang dan negara-negara kawasan ASEAN sendiri telah memulai hubungan sejak 1973, enam tahun setelah ASEAN terbentuk. Selama 45 tahun terakhir, Jepang dan ASEAN telah menjalin kerja sama yang kuat dalam bidang politik-keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

Dalam kurun waktu 45 tahun terakhir, hubungan Jepang – ASEAN berlandaskan atas beberapa prinsip utama seperti “Fukuda Doctrin” pada tahun 1977 dan juga “Five Principles of Japan’s ASEAN Diplomacy” pada tahun 2013. Berdasarkan prinsip-prinsip ini, Jepang mempromosikan “Free and Open Indo-Pacific Strategy” sebagai konsep menyeluruh dalam kebijakan luar negerinya.

Dalam pidatonya berjudul “Confluence of the Two Seas” di hadapan Parlemen India pada 2007, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah menggaris bawahi bahwa “Free and Open Indo-Pacific Strategy” adalah bagian penting dalam mewujudkan stabilitas dan kemakmuran masyarakat internasional. Salah satu tujuan dari strategi ini adalah untuk membangun konektivitas antara Asia dan Afrika yang mengarah pada stabilitas dan kemakmuran seluruh kawasan.

“Dari sini, maka hubungan antara Jepang dan ASEAN, dimana Indonesia sebagai bagian di dalamnya menjadi penting,” sebut Firman.

Firman menambahkan bahwa dalam perspektif hubungan Jepang – ASEAN dan keterkaitannya dengan “Free and Open Indo-Pacific Strategy”, istilah Indo-Pasifik menjadi krusial sebagai sebuah area geografis penting yang pernah ditekankan oleh Presiden Amerika Serikat dalam the 20th ASEAN-Japan Summit pada tahun 2017 lalu.

Simposium menghadirkan beberapa pembicara penting, antara lain Dr. Yuichi Hosoya (Professor of International Politics, Faculty of Law, Keio University Jepang) dan Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar (peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI). Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh H.E. Kazua Sunaga (Ambassador Mission of Japan to ASEAN).(InfoPublik)

0 Response to "Jepang Ingin Bangun Kedekatan"

Post a Comment