Kit Diagnostik DBD dan Cangkang Kapsul Rumput Laut


BPPT Luncurkan Kit Diagnostik DBD dan Cangkang Kapsul Rumput Laut

SEBARIN.INFO -Jakarta,  – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan Kit Diagnostik untuk deteksi penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan Cangkang Kapsul dari Rumput Laut yang dilaksanakan di Jakarta Hall Convention Center (JHCC), Rabu (4/4).

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan, inovasi Kit Diagnostik DBD dan Cangkang Kapsul Rumput Laut ini merupakan yang pertama di Indonesia, dan karya anak bangsa.

“Kit Diagnostik Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu prototipe produk hasil inovasi BPPT dalam bidang kesehatan, dalam hal ini dirancang untuk dapat mendeteksi dini penyakit demam berdarah,” kata Unggul dalam acara peluncuran Kit Diagnostik Dengue DBD dan Cangkang Kapsul Rumput Laut tersebut.

Ia berharap, dengan teknik kromatoimunografi Kit Diagnostik ini dapat mendeteksi keberadaan antigen NS one (NS1), suatu glikoprotein yang terakumulasi pada plasma sel yang terinfeksi virus dengue. Antigen ini muncul lebih awal dibandingkan antibodi, sehingga penyakit demam berdarah bisa dideteksi lebih awal dengan menggunakan Kit Diagnostik ini.

“Selain itu, Kit Diagnostik hasil inovasi BPPT ini juga dirancang untuk dapat mendeteksi antibodi dari virus nyamuk demam berdarah di dalam serum darah pasien yang terduga menderita DBD,” paparnya.

Sementara itu, Unggul juga menyebutkan, hasil inovasi BPPT kedua yang diperkenalkan pada masyarakat luas adalah Cangkang Kapsul dari Rumput Laut. Cangkang Kapsul ini, menurutnya, merupakan salah satu bahan sediaan tambahan yang sangat penting dalam industri obat.

Disebutkan, ketersediaan Cangkang Kapsul dalam jumlah yang cukup, kualitas yang terjamin dan memiliki penerimaan masyarakat yang tinggi sangat diperlukan. Melalui tahapan dan proses inovasi para perekayasa BPPT telah berhasil mengembangkan teknologi yang tepat untuk mengolah Rumput Laut menjadi sediaan Cangkang Kapsul yang memenuhi pesyaratan kefarmasian dan keekonomian.

“Dengan menggunakan bahan baku Rumput Laut yang sangat melimpah dan halal, produk Cangkang Kapsul ini, diharapkan mempunyai daya saing yang tinggi secara ekonomi, dan dapat diterima baik oleh masyarakat pengguna,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam melakukan pengembangan dan inovasi Kit Diagnostik DBD ini, BPPT telah bermitra dengan beberapa pihak untuk dapat melengkapi kebutuhan teknologi dan mengkonfirmasi validasi teknis, serta kekayaan ekonomi.

Untuk itu, BPPT menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Badan Litbang Kementerian Kesehatan RI dan Yayasan Hepatika Mataram yang telah bekerjasama melengkapi kebutuhan teknologi dan validasi teknis terhadap prototipe produk Kit Diagnostik ini.

BPPT juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tanaka Kikinzoku Jepang dan PT Kimia Farma yang telah memberikan respon positif dan peluang kemitraan untuk melakukan produksi dan komersialisasi Kit Diagnostik DBD hasil inovasi BPPT tersebut.

Sementara terkait inovasi Cangkang Kapsul dari Rumput Laut, disampaikan bahwa pembuatan kapsul yang diformulasi dari bahan rumput laut merupakan upaya diversifikasi produk aplikasi rumput laut yang diolah di dalam negeri.

Kapsul yang ada saat ini dibuat dari gelatin yang bahan bakunya adalah impor. Sedangkan gelatin adalah bahan yang berasal dari tulang atau kulit hewan. Kapsul yang diformulasi dari bahan rumput laut tidak menggunakan bahan yang berasal dari hewan, sehingga cocok bagi vegetarian serta lebih terjamin halal.

Inovasi kapsul rumput laut yang diberi nama Rulindo Caps, merupakan produk kapsul rumput laut pertama yang siap diproduksi industri kapsul dalam negeri, karena dalam pengembangannya sejak awal melibatkan mitra industri PT. Kapsulindo Nusantara, mulai dari prototipe hingga iterasi berbagai tahap pengujian dan uji coba produski skala industri.

“Rulindo Caps secara fisik memiliki penampilan yang sangat baik, dan memenuhi standar kefarmasian dan keekonomian, sehingga diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi produk rumput laut dalam negeri dalam rangka menuju kemandirian,” ujarnya.(InfoPublik)