Lahan Tebu Tiap Tahun Menurun


Luas Lahan Tebu Tiap Tahun Menurun

SEBARIN.INFO - Jakarta,  - Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang mengatakan, luas area lahan tanaman tebu di Indonesia setiap tahun mengalami penurunan.

"Kurangnya minat petani menanam tebu menjadi salah satu penyebab menurunnya area lahan tebu di Indonesia," ujar Bambang di Jakarta, Jumat (30/3).

Ia menambahkan, masih banyak hal lainnya terutama sebagian besar petani kita yang belum membongkar ratunnya (teknologi pembudidayaan padi).

"Seharusnya saat ini sudah ratun ke 10-11, sehingga produktivitasnya kecil. Nah ini yang perlu kita bongkar untuk ditanami lagi dengan varietas yang baru," terangnya.

Menurut Bambang, saat ini luas area lahan tebu terus menurun. Tahun 2015-2016 mencapai 450 ribu hektar, terus turun menjadi 425 ribu hektare di 2016-2017. Sedangkan di 2017-2018 kembali turun menjadi 420 hektare.

Oleh karena itu, Kementan telah mengajukan usulan kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menaikkan harga pokok penjualan (HPP) gula.

"Kita sudah usulkan HPP kita tingkatkan karena semakin rendah niat petani untuk menanam tebu. HPP kita usulkan dari Rp9.500 kita naikkan menjadi Rp10.000 tetapi acuan beli ke konsumen dari Rp9.700 menjadi Rp10.500," papar Bambang.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, pihaknya terus mendorong agar petani terus meningkatkan optimalisasi efisiensi, serta mengusulkan meningkatkan HPP gula. "Kalau harganya meningkat, tentu mereka akan melakukan bongkar ratun dan lebih mengintensifkan," imbuhnya.

Namun untuk 2018, Bambang memproyeksikan luas area lahan tebu masih akan tetap sama. Karena masih banyak alternatif komoditi lainnya yang menurut petani masih menguntungkan dibandingkan pasar gula saat ini.

"Kecuali, kalau fasilitas sarana dan pra sarana di tingkat petani bisa pemerintah bantu kemudian industrinya juga lebih maksimal, dan sinergi antara industri dan onfarm bisa maksimal pada akhirnya ada efisiensi, saya kira bisa ditingkatkan," tuturnya.(InfoPublik)