Nilai Tukar Petani Turun


BPS : Nilai Tukar Petani Maret 2018 Turun 0,39 Persen

SEBARIN.INFO - Jakarta,  – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional per Maret 2018 mengalami penurunan sebesar 0,39 persen menjadi 101,94 dibandingkan dengan Februari 2018  yang mencapai 102,33.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pada Maret 2018 penurunan NTP disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian mengalami penurunan, sedangkan indeks harga barang dan jasa, uang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian mengalami kenaikan.

"Penurunan NTP dikarenakan indeks harga yang diterima petani turun sebesar 0,24 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,15 persen," ungkap Suhariyanto pada jumpa pers di Gedung BPS Jakarta, Senin (2/4).

Suhariyanto menambahkan, NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Penurunan NTP pada Maret 2018 dipengaruhi oleh turunnya NTP pada subsektor tanaman pangan sebesar 1,18 persen, subsektor perternakan 0,15 persen dan subsektor perikanan 0,17 persen.

"Sedangkan subsektor yang mengalami kenaikan NTP adalah subsektor hortikultura sebesar 0,05 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,13 persen," tambahnya.

Pada Maret 2018, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar 1,50 persen dibandingkan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi 1,81 persen dibandingkan dengan NTP provinsi lainnya.

Sementara untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2018 sebesar 111,58 atau turun 0,47 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Pada Maret 2018, terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,12 persen disebabkan oleh naiknya indeks di seluruh kelompok penyusun Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT), kecuali Kelompok Bahan Makanan, dengan kenaikan terbesar pada Kelompok Kesehatan.(InfoPublik)

0 Response to "Nilai Tukar Petani Turun"

Post a Comment