Pemusnahan 22.000 Sapi


Pemusnahan 22.000 Sapi di New Zealand, Masyarakat Tak Perlu Khawatir

SEBARIN.INFO - Jakarta,  - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir tentang adanya pemberitaan mengenai rencana pemusnahan massal terhadap 22.000 ekor sapi perah di New Zealand.

Menurut Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Fadjar Sumping Tjatur Rasa, pemusnahan massal terhadap sapi perah di New Zealand tersebut dalam rangka upaya pemberantasan penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycoplasma Bovis. Jadi masyarakat di Indonesia  tidak perlu khawatir, khususnya terkait keamanan dalam mengonsumsi susu, daging sapi dan produk olahannya.

"Kuman sejenis ini menyerang kambing dan sapi, sehingga mengganggu produksi dan kualitas susu, serta dapat menimbulkan penyakit pernapasan dan kematian pada anak sapi,” ungkap Fadjar Sumping dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/4).

Lebih lanjut Fajar mengatakan, pemusnahan serentak sapi sapi yang tertular dilakukan sebagai langkah yang paling strategis bagi New Zealand untuk pengamanan jangka panjang. "Hal ini mengingat penyakit tersebut sulit diberantas dengan antibiotika dan ini merupakan penyakit baru yang diketahui keberadaannya di New Zealand pada 2017,” ujarnya.

Fajar menambahkan, keberadaan kuman Mycoplasma Bovis hampir tersebar di seluruh negara di dunia, umumnya negara negara tersebut hanya melakukan pengendalian penyakit. Namun demikian, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE/WAHO) belum memasukkan sebagai penyakit prioritas.

“Kuman Mycoplasma Bovis tidak menular ke manusia melalui konsumsi produk hewan dan olahannya, sehingga tetap aman mengonsumsi susu dan daging sapi tentunya setelah dimasak dan diolah dengan benar,” tuturnya.

Fadjar menjelaskan, pemusnahan massal dan serentak terhadap sapi yang tertular Mycoplasma Bovis di New Zealand adalah dalam rangka peningkatan produktivitas dan tidak terkait dengan isu keamanan pangan, serta penyakit menular ke manusia.

Untuk melindungi kesehatan ternak sapi perah di Indonesia pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menerapkan program surveilans dan monitoring. “Selain itu, pemasukan sapi dari luar negeri juga harus disertai surat keterangan kesehatan hewan dan dilengkapi hasil uji laboratorium dari otoritas veteriner di negara asal ternak,” jelasnya.(InfoPublik)

0 Response to "Pemusnahan 22.000 Sapi"

Post a Comment