Pendidikan dan Literasi Prioritas


Pendidikan dan Literasi Prioritas Rencana Kerja Pemerintah 2019

SEBARIN.INFO - Jakarta,  – Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengatakan perpustakaan sebagai institusi yang vital karena jangkauanya luas, utamanya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mulai dari pelosok desa hingga hingga tingkat nasional.

Pendidikan dan literasi adalah bagian dari pembangunan manusia yang dapat memutus mata rantai kemiskinan di masyarakat. Sehingga masuk dalam rancana kerja pemerintah (RKP) 2019, yang menjadikan literasi salah satu prioritas yang mendukung prioritas nasional pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan.

"Pada konteks ini perpustakaan menjadi tempat berlatih keterampilan kerja guna mengembangkan potensi masyarakat. Perpustakaan tidak hanya menjadi sumber bacaan tetapi juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan dan keterampilan,” ujar Syarif dalam konferensi pers di Kantor Perpustakaan Nasional Jakarta, Jumat (23/3/2019).

Pendidikan dan literasi masuk program perpustakaan itu menjadi salah satu bahasan yang didorong dalam Rapat Koordinasi Nasional Perpustakaan yang akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 26 Maret hingga 28 Maret 2018.

Central Conecticut State University mengenai The World’s Most Literate Nation 2016 menyatakan peringkat literasi Indonesia di posisi 60 dari 61 negara.

Sementara indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia menempati peringkat 113 dari 188 negara di dunia. Salah satu unsur penunjang tinggi rendahnya IPM adalah pendidikan disamping unsur kesehatan dan kesejahteraan.

Riset Perpusnas 2017 menunjukan frekuensi membaca orang Indonesia rata rata 3-4 kali per minggu. Lama waktu membaca perhari 30-59 menit. Sedangkan jumlah buku yang dibaca pertahun rata rata 5-9 buku.

“Jadi diperoleh rata rata tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia 36,48 atau masih rendah,” jelasnya.

Berkaca dari kenyataan tersebut maka pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas pembangunan nasional dan posisi literasi menjadi sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing.(InfoPublik)