Potensi Tsunami Bersumber Dari Seminar Ilmiah


Pemaparan Teknis BPPT, Terkait Potensi Tsunami Bersumber Dari Seminar Ilmiah



SEBARIN.INFO - Jakarta,  – Deputi Kepala Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Wahyu W. Pandoe menjelaskan, pemaparan teknis terkait potensi tsunami di Jawa Bagian Barat pada 3 April lalu bersumber dari kegiatan Seminar Ilmiah oleh BMKG dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Dunia ke-8.



Seminar tersebut menyampaikan topik “Sumber-sumber Gempabumi dan Potensi Tsunami di Jawa Bagian Barat”. Paparan terkait potensi tsunami di Jawa Bagian Barat disampaikan pada sesi terakhir dari 4 sesi yang ada, dan kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab (diskusi).



“Jadi terkait potensi tsunami di Jawa Bagian Barat adalah hasil kajian akademis awal dari simulasi model komputer, menggunakan sumber tsunami dari gempabumi di tiga titik potensi gempabumi “megathrust” di Enggano (M8.4), Selat Sunda (M8.7), dan Jawa Bagian Barat (M8.7)," kata Wahyu di Jakarta, Jumat (6/4) dalam konferensi pers pemaparan teknis BPPT terkait potensi tsunami di Jawa Bagian Barat.



Ia menjelaskan tiga potensi gempabumi ini jika terjadi akan menyebabkan tsunami yag berdampak di wilayah Sumatera Bagian Selatan, Selat Sunda, dan Jawa Bagian Barat.



Disebutkan, potensi tsunami di Jawa Bagian Barat adalah kajian akademis awal dari simulasi model komputer, menggunakan sumber tsunami dari gempabumi. Dengan berbagai variasi skenario, seluruhnya ada 6 skenario, potensi skenario terburuk adalah jika tiga gempabumi megathrust itu terjadi secara bersamaan dengan skala M9 dan menimbulkan tsunami.



Data yang dipakai pada simulasi ini menggunakan data sekunder GEBCO dengan resolusi rendah (900 m). Titik pengataman tinggi dan waktu tiba tsunami meliputi 3 provinsi yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan 10 Kabupaten dan 2 kota. Wilayah tersebut adalah Bekasi, Jakarta Utara, Tangerang, Serang, Banten, Cilegon Banten, Pandeglang, Lebak, Sukabumi, Cianjur, Garut. Tasikmalaya, dan Ciamis.



Hasil simulasi model komputer dari skenario terburuk, mengindikasikan potensi ketinggian tsunami di wilayah pantai utara Jawa Bagian Barat, Bekasi hingga Serang, adalah maksimum hingga 25 m, dan di wilayah pantai barat-selatan, Pandeglang hingga Ciamis adalah maksimum hingga 50 m, dengan catatan hasil simulasi ini adalah kajian awal dan masih menggunakan data sekunder dengan resolusi rendah.



Ia menambahkan, terkait dengan hasil kajian awal potensi tsunami di Jawa Bagian Barat tersebut, maka perlu dilakukan tindak lanjut berupa kajian dengan menggunakan data yang akurat, khususnya di daerah perairan pantai. Meskipun ini adalah hasil kajian awal, tetapi telah mengindikasikan adanya potensi tsunami yang besar di sepanjang pantai Jawa Bagian Barat.



Dengan demikian, kata dia,  masyarakat diimbau untuk tenang, dan tetap beraktivitas seperti biasa dan tetap meningkatkan kewaspadaan, serta tetap mengacu kepada informasi dari BMKG dan/atau BNPB sebagai lembaga resmi yang mendapat mandat resmi pemerintah untuk memberikan peringatan gempabumi dan tsunami kepada masyarakat.



“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pemberitaan ini. Permohonan maaf BPPT kepada masyarakat Indonesia yang terdampak sekiranya hasil studi awal potensi tsunami di Jawa Bagian Barat, yang seharusnya hanya untuk konsumsi akademis. Ini telah membuat keresahan masyarakat,” imbuhnya.



Sementara itu, Dr. Widjo Kongko, Perekayasa Bidang Kelautan Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai (BTIPDP) BPPT menyampaikan, paparan potensi tsunami di Jawa Bagian Barat adalah hasil kajian awal, dimana sumber-sumber tsunami adalah dari gempabumi megathrust yang peta-petanya telah diterbitkan dalam buku “Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017. Buku tersebut disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional Puslitbang Perumahan dan Pemukiman Balitbang Kementerian PUPR, peta pada halaman 345: C7 Segmentasi dan Mmaks Subduksi Indonesia.(InfoPublik)