Tahan 13 Tersangka Suap


KPK Sudah Tahan 13 Tersangka Suap APBD-P Kota Malang

SEBARIN.INFO - Jakarta, -Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga ini 2 April 2018, telah melakukan upaya penahanan terhadap 13 tersangka sementara kasus dugaan tindak pidana korupsi suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/4) mengungapkan upaya penahanan gelombang pertama dilakukan pada 27 Maret 2018 lalu terhadap tujuh tersangka yang terdiri atas enam anggota DPRD Kota Malang dan 1 tersangka merupakan Walikota Malang berinisial MA periode 2013-2018, “Seluruhnya ditahan sementara untuk 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal penahanan,” kata Febri.

Enam orang Anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019 yang ditaha dalam gelombang pertama masing-masing adalah RS, HPU, YAB, HS, SKO dan ABR.  Tersangka RS ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK. Tersangka HPU dan YAB di Rutan Klas IIA Jakarta Timur (Pondok Bambu). HS dan SKO di Rutan Polres Jakarta Timur dan ABR di Rutan Polres Jakarta Selatan. Sedangkan, MA (Walikota Malang periode 2013 – 2018) ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

Gelombang kedua upaya hukum penahanan dilakukan pada 28 Maret lalu terhadap lima tersangka yang ditahan di tiga Rumah Tahanan (Rutan) berbeda. Kelimanya adalah Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019, yaitu SAL, MKU, MZN, SPT dan WHA.  Tersangka SAL dan MKU ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan. Tersangka SPT dan WHA di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK. Sedangkan, MZN ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

Sementara upaya penahanan terakhir dilakukan terhadap satu tersangka lagi pada 29 Maret lalu yakni berinisial BS, Anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019. Ia ditahan di Rutan Klas 1 Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur.

Seluruh tersangka yang merpakan Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019 tersebut diduga menerima hadiah atau janji dari MA selaku Walikota Malang periode 2013 – 2018 bersama-sama JES (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan Pemerintah Kota Malang tahun 2015) padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Atas perbuatannya, tersangka Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019 tersebut disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sedangkan, MA disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1)  huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.(InfoPublik)

0 Response to "Tahan 13 Tersangka Suap"

Post a Comment