DKI Dorong Pendayagunaan ZIS Untuk Tuntaskan Masalah Ketimpangan Sosial


SEBARIN.INFO - Jakarta,  - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyoroti masalah ketimpangan sosial yang masih terjadi di wilayah DKI Jakarta. Salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah ketimpangan sosial adalah dengan pendayagunaan Zakat, Infaq, dan Sodaqah (ZIS) yang dikelola oleh BAZIS DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, zakat memiliki peran penting untuk menyelesaikan masalah ketimpangan, terutama yang ada di Jakarta. Dengan zakat, maka mekanisme distribusi bantuan ekonomi lebih merata, terlebih BAZIS Provinsi DKI Jakarta memiliki berbagai program selain penyaluran zakat, seperti bedah rumah, beasiswa dan bantuan usaha.

“Pengelolaan zakat ini penting karena zakat sebagai penyeimbang dan bisa menyelesaikan masalah ketimpangan,” kata Anies dalam acara Peduli Umat 1439 H / 2018 M di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (31/5).

Adapun sejumlah program yang diinisiasi BAZIS Provinsi DKI Jakarta dari pengumpulan ZIS dan pendayagunaan ZIS, antara lain adalah BAZIS Provinsi DKI Jakarta telah bekerja sama dengan perguruan tinggi, rumah sakit, majelis taklim, KBIH dan lembaga-lembaga lain untuk pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ)

Hingga saat ini, sudah terbentuk 40 UPZ dalam membantu mendongkrak pengumpulan ZIS dari masyarakat. Selain itu juga dibuka gerai-gerai zakat seperti di Monas, Ragunan, TMII, Pasar Tanah Abang, Lenggang Jakarta, serta kerja sama membuka gerai ZIS di PTSP, Indomaret, AlfaMart maupun tempat perbelanjaan lainnya, seperti telah dibentuk Mall Sadar Zakat di Thamrin City dan Season City.

Kemudian,  Program Bedah Rumah atau renovasi rumah yang tidak layak huni milik dhuafa di 2017 yang telah dilaksanakan oleh BAZIS DKI Jakarta. Sebanyak 259 rumah mustahik tersebar di lima wilayah Kota dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu telah direnovasi. Untuk 2018 ini, akan dilaksanakan bedah rumah sebanyak 267 rumah di lima wilayah Kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Tahun ini, BAZIS Provinsi DKI Jakarta juga mempunyai program unggulan Mahasiswa Cerdas dan Santri Cerdas serta Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui OK OCE.

Disampaikan ZIS yang dikelola BAZIS Provinsi DKI Jakarta dari tahun ke tahun mengalami tren kenaikan. Pada 2016 terkumpul sebesar Rp154 miliar dan pada 2017 terkumpul Rp192 miliar. Guna menjaga tren positif tersebut, Pemprov DKI Jakarta siap mendorong pencapaian target BAZIS Provinsi DKI Jakarta Rp300 miliar di tahun ini.

“Saya berharap target BAZIS DKI sebesar Rp300 miliar tercapai, kita akan bantu dan kita akan dorong capaian itu,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menyerahkan penghargaan kepada para Muzakki dalam acara Peduli Umat 1439 H.

Di sisi lain, acara Peduli Umat merupakan event tahunan BAZIS Provinsi DKI Jakarta dalam rangka pengumpulan ZIS dari para Muzakki yang terdiri dari jajaran Pemprov DKI Jakarta dan swasta, sekaligus penyaluran ZIS pada 4.000 Mustahik. Hasilnya dalam acara tersebut, didapat bantuan ZIS untuk biaya penunjang pendidikan sebesar 4 miliar rupiah lebih yang disalurkan kepada 310 yatim, 1.086 dhuafa, 2.438 guru bantu, 165 petugas masjid dan 1 kali bedah rumah bagi dhuafa.(InfoPublik)