DKI Targetkan Angka Kemiskinan Turun Menjadi 2,78 Persen di 2022


SEBARIN.INFO - Jakarta,  – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan, target dari program penanggulangan kemiskinan adalah menurunkan angka atau tingkat kemiskinan sebanyak  satu persen selama lima tahun (2017-2022), yakni dari 3,78 persen pada September 2017 menjadi 2,78 persen pada September 2022.

“Kami harapkan dengan satu mekanisme pemutakhiran mandiri data-data, dan dengan kolaborasi tentunya, serta juga kami adakan langkah-langkah inovatif, kami pastikan datanya itu tepat dan programnya tepat. Jadi, tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat juga programnya,” kata Sandiaga dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) DKI Jakarta atas inisiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jl. Salemba Tengah Raya, Jakarta Pusat, Kamis (31/5).

Disebutkan, upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk menurunkan tingkat kemiskinan, antara lain melalui peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat miskin, penguatan kelembagaan sosial ekonomi masyarakat, percepatan pembangunan kawasan kumuh, pemberdayaan usaha kecil, perintisan wirausaha baru dengan gerakan OK OCE untuk membuka peluang kerja sehingga menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Keinginan kami juga ada satu ‘Game Changer’ (inovasi perubahan) dan ini diakui oleh peserta rapat TKPK, bahwa itu adalah program OK OCE. Diharapkan akan menyasar daerah penduduk dalam level pra sejahtera untuk diberikan keterampilan. Karena mereka secara ekonomi aktif, walau berada di bawah garis kemiskinan, sehingga dengan dorongan program OK OCE,  maka akan tercipta lapangan kerja dan peluang usaha. Ini yang kita harapkan 1 persen kita bisa turunkan selama lima tahun dan 200.000 lapangan pekerjaan bisa tercipta lima tahun ke depan,” jelasnya.

Sandiaga menuturkan pelaksanaan keseluruhan program tersebut membutuhkan dukungan dari para pemangku kepentingan lainnya, juga kolaborasi seluruh lapisan masyarakat Jakarta. Kerja ini lanjutnya, dilakukan ‘kolosal’ lagi, karena tidak bisa hanya Pemprov DKI, tapi melibatkan juga wirausaha-wirausaha sosial.

"Karena untuk delivery program-program itu kita perlu kontrol masyarakat dan partisipasi aktif dari pegiat-pegiat di masyarakat. Terima kasih kepada seluruh anggota TKPK dan mitra. Kita ingin nyata hasilnya, Insya Allah dengan sinergi ini semua bisa mencapai angka 1 persen penurunan; sesuai dengan Rencana Aksi Daerah (RAD) Kemiskinan, sehingga tidak tumpang tindih, fokus, efisien dan efektif,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut,  juga dilakukan sosialisasi Pergub Nomor 40 Tahun 2018 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, pembentukan kelembagaan pengelola data fakir miskin dan bantuan sosial, dan progres pemutakhiran data terpadu Program Penanganan Fakir Miskin 2018.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan terus melakukan koordinasi, menyiapkan kebijakan, penajaman sasaran, keterpaduan program, monitoring/evaluasi, efektivitas anggaran serta merumuskan rencana kerja penanggulangan kemiskinan di masa mendatang dengan lebih baik, tepat sasaran, dan profesional,” pungkasnya.(InfoPublik)