Kemenkes Segera Perbarui Bungkus Rokok


SEBARIN.INFO - Jakarta,  - Kementerian Kesehatan terus berupaya mencegah, mengurangi, dan bahkan menghentikan kebiasaan merokok demi mewujudkan masyarakat yang sehat.

Fakta tersebut sebenarnya sejak lama telah diamini oleh para industri rokok, dengan mencantumkan tulisan kecil di bagian belakang/samping kemasan produk mereka tentang apa saja risiko (bahaya) bila mengkonsumsi produk mereka.

Untuk lebih memvisualisasikan sekaligus menyebarluaskan informasi yang benar melalui edukasi dan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahaya dari perilaku merokok, Indonesia telah mengeluarkan kebijakan pencantuman peringatan kesehatan bergambar atau public health warning (PHW) di dalam kemasan rokok.

Pencantuman gambar peringatan bahaya merokok merupakan tindak lanjut PP No 109 tahun 2012 dan implementasi dari Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 28 Tahun 2013 Tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan dan Informasi Kesehatan Pada Kemasan Produk Tembakau.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono pada puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang terintegrasi dengan Hari Hipertensi Seduna dan Hari Thalasemia Kamis (31/5) mengatakan dengan adanya Permenkes tersebut maka adanya evaluasi bungkus rokok dengan memaksimalkan gambar dengan kejadian yang ada di Indonesia.

“Pemilihan gambar melalui lembaga-lembaga swadaya, pemerhati, dan lainnya dengan upaya untuk berhenti merokok. Perubahan dari lima gambar diganti tiga gambar baru dan dua di antaranya berasal dari penderita Indonesia,” kata Anung.

Ia melanjutkan, ada nilainya dari 70-77 yang berarti gambar masih dirasakan keefektifannya dan menakutkan. Sedangkan yang tidak efektif akan segera diganti. Kewajiban ini dikenakan bagi perusahaan produsen rokok lokal maupun produk luar.

Perusahaan rokok akan diberikan waktu enam bulan hingga satu tahun untuk mengimplementasikan gambar-gambar tersebut. Diharapan dengan penggantian gambar tersebut dapat meningkatkan kesadaran perokok dan bukan perokok akan bahayanya merokok bagi kesehatan.

Melalui gambar yang mudah dilihat, relevan, dan mudah diingat diharapkan mampu menggambarkan aspek yang perlu diketahui oleh setiap orang, sehingga masyarakat dapat lebih mampu memikirkan risiko atau bahaya yang akan dialami, bila tetap membeli dan mengonsumsi rokok tersebut.(InfoPublik)