Menkes Minta Seluruh Daerah Implementasikan KTR


SEBARIN.INFO - Jakarta, - Untuk mengimplementasikan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dibutuhkan dukungan serta peran aktif pemerintah daerah di wilayah masing-masing.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan KTR mengatur agar perilaku merokok tidak dilakukan di sembarang tempat sehingga paparan asap tidak berdampak terhadap kelompok rentan yaitu anak-anak, remaja, dan ibu hamil.

Hal itu disampaikan Menkes dalam puncak peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang terintegrasi dengan Hari Hipertensi Sedunia dan Hari Thalasemia Sedunia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (31/5).

Lebih lanjut ia mengatakan manfaat lainnya dari KTR adalah anak-anak tidak dapat melihat secara langsung sehingga mereduksi potensi meniru perilaku.

“Diharapkan anak-anak dan remaja akan terhindar dari role model yang salah sehingga lebih mampu membedakan perilaku yang lebih sehat dan bermanfaat,” kata Menkes.

Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) 2016 memperlihatkan bahwa angka remaja perokok laki-laki mencapai 54,8 persen.

Sementara target indikator RPJMN terkait upaya menurunkan prevalensi perokok pada anak kurang dari 18 tahun dari status awal 7,2 persen pada 2013 menjadi 5,4 tahun 2019. Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat, kata Menteri Nila, prevalensi perokok pada anak diharapkan dapat menurun.

Akan tetapi pada kenyataannya justru angka ini malah meningkat menjadi 8,8 persen di 2016. Selain faktor iklan, kemudahan akses bagi anak dan remaja untuk mendapatkan rokok menjadikan anak sebagai  perokok aktif. Terkait ini Menteri Nila mengingatkan agar penjual rokok tidak memberikan rokok kepada pembeli yang masih di bawah umur.

Dengan meningkatnya jumlah perokok muda di Indonesia, menjadi langkah pemerintah untuk terus berupaya melindungi mereka dan mencegah agar perokok muda tidak terus bertambah. Kondisi ini disebut Menkes begitu memprihatinkan mengingat masih banyak remaja yang belum menyadari ancaman bahaya dari merokok.

Menteri Nila menekankan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki peluang bonus demografi beberapa tahun mendatang dan dalam perjalanan saat ini tantangan besar mengincar anak-anak dan remaja pewaris negara yang sebenarnya sangat diharapkan dapat tumbuh dan berkembang secara sehat, cerdas, berkualitas serta berdaya saing di tingkat global.

“Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk melindungi generasi muda Indonesia dari bahaya asap rokok terhadap kesehatan sekaligus mencegah anak-anak dan remaja agar tidak menjadi perokok pemula,” kata Menteri Nila. (Foto: Kemenkes)

0 Response to "Menkes Minta Seluruh Daerah Implementasikan KTR"

Post a Comment