Online Single Submission Butuh Inovasi Kreatif


SEBARIN.INFO - Bogor, - Sistem perizinan terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) harus didukung dengan inovasi kreatif yang tidak sekadar out of the box, tapi kalau perlu no box.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Dr Ir Ismail MT, Kamis (26/7), di sela-sela kegiatan Innovations of Frequency and Standardization Festival (Ifasfest 2018) di Bogor. “Ada 31 ide kreatif dari acara ini yang out of the box. Kalau kami berdiskusi dengan Menkominfo, kalau perlu no box, sehingga SDPI bisa tampil dalam gaya baru dalam memberi layanan publik,” katanya.

Ia menjelaskan, layanan yang paling nyata saat ini adalah perintah Menkominfo yang menjabarkan Instruksi Presiden terkait OSS. “Kami menerapkan seluruh perizinan di SDPII dilayani dalam satu hari. Kami melengkapi dengan inovasi distributing sprinting yang  artinya berkas perizinan tidak perlu lagi di-print kertas, tapi bisa di-print sendiri-sendiri,” papar Ismail.

Ia berharap, output dari Ifasfest kali juga dapat menjaring berbagai ide kreatif dari anak muda di lingkungan Ditjen SDPPI, sehingga pelayanan terhadap publik terkait spektrum frekuensi dan sertifikasi perangkat bisa melompat lebih maju. “Kami akan memberikan award bagi para pemenang ide kreatif dan mengimplementasikannya dalam program kerja secara terus-menerus,” janjinya.

Ditjen SDPPI harus melakukan aktivatas baru berupa terobosan, sekaligus  bisa menjadi fasilitator menghadapi perubahan sistem digital yang sangat pesat. Hal ini menjadi sangat penting dalam membangun infrastruktur broandband.

Selain diikuti  anak-anak muda dari 35 Balai Monitoring dan Unit Pengelola Teknis (UPT) di bawah Ditjen SDPPI. Ifasfest 2018 juga mengundang para inovator startup dan digital company untuk menemukenali permasalahan konkret di masyarakat.

“SDPPI berada di sisi pengelola infrastruktur, namun untuk sisi aplikasi ini kita sangat mendukung agar terbangun digital ekosistem yang mamp menghadapi perubahan global. SDPPI fokus pada pengelolaan spektrum frekuensi, sehingga internet bisa lebih cepat. Dengan adanya infrastruktur ini, industri kreatif bisa dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas,” demikian Ismail.(InfoPublik )