Masa Tanggap Darurat Gempa NTB Ditambah 14 Hari


SEBARIN.INFO - Lombok Utara, - Kepala pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masa tanggap darurat penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) ditambah 14 hari ke depan, terhitung Minggu (12/8) hingga Sabtu (25/8).

"Mempertimbangkan masih banyak masalah dalam penanganan dampak gempa, akhirnya Gubernur NTB memutuskan untuk memperpanjang," ujar Sutopo melalui siaran pers yang diterima InfoPublik, Sabtu (11/8).

Menurut Sutopo, memasuki hari keenam pasca gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah di NTB dan Bali, penanganan darurat masih terus diintensifkan.

Kondisi di lapangan masih banyak permasalahan, seperti masih adanya korban yang harus dievakuasi, pengungsi yang belum tertangani dengan baik, gempa susulan yang masih terus berlangsung bahkan gempa yang merusak dan menimbulkan korban jiwa, dan lainnya.

Dengan adanya penetapan masa tanggap darurat maka ada kemudahan akses untuk pengerahan personel, penggunaan sumber daya, penggunaan anggaran, pengadaan barang logistik dan peralatan, serta administrasi, sehingga penanganan dampak bencana menjadi lebih cepat.

Jumlah korban gempa bumi terus bertambah. Hingga hari ini tercatat 387 orang meninggal dunia dengan  sebaran Kabupaten Lombok Utara 334 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Timur 10, Kota Mataram 9, Lombok Tengah 2, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sementara itu, sebanyak 13.688 orang luka-luka. Pengungsi tercatat 387.067 jiwa tersebar di ribuan titik. Ratusan ribu jiwa pengungsi tersebut tersebar di Kabupaten Lombok Utara 198.846 orang, Kota Mataram 20.343 orang, Lombok Barat 91.372 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang. 

Saat ini pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas. Diprioritaskan pada jumlah kerusakan rumah dengan nama pemilik dan alamat, untuk selanjutnya di-SK-kan bupati/wali kota dan diserahkan ke BNPB untuk selanjutnya korban menerima bantuan stimulus perbaikan rumah.

Hingga H+6 masih terdapat beberapa pengungsi yang belum mendapat bantuan, khususnya di Kecamatan Gangga, Kayangan dan Pemenang yang aksesnya sulit dijangkau. Juga di beberapa titik di Lombok Barat. Sumber