Advertisement here

7 Cara Merawat Tanaman yang Hampir Mati Paling Efektif

Hasil gambar untuk Tanaman hampir mati

Jika anda termasuk penyuka suasana asri nan hijau maka anda pasti akan mencoba menanam 1-2 jenis tanaman di rumah. Memiliki tanaman yang sehat dan tumbuh dengan baik tentunya merupakan keinginan semua pembudidaya tanaman

Kondisi ini memang cukup sering terjadi terutama dalam kondisi tanaman baru di tanam atau bahkan tanaman yang telah cukup lama di tanam. Pada dasarnya untuk menjaga kesegaran dan pertumbuhan tanaman dapat dilakukan dengan perawatan dan pemeliharaan yang intensif. Karenanya untuk mengembalikan kesegaran atau membuat tanaman kembali tumbuh optimal anda bisa melakukan 7 cara merawat tanaman yang hampir mati paling efektif berikut. Simak selengkapnya.Namun, pada beberapa kondisi malah ada tanaman yang tidak tidak terlihat sehat dan menunjukan gejala mengalami kelayuan atau bahkan hampir mengalami mati. Kondisi ini tentu membuat kita menjadi cukup khawatir dan was-was.

1. Mengecek Kondisi Tanaman dan Media Tanam
Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mengecek kondisi tanaman dan media. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui penyebab tanaman mengalami gejala kematian atau hampir mati. Oleh karena itu lakukan pengecekan seksama dengan cara sebagai berikut :
  • Amati secara seksama kondisi tanaman, mulai dari daun, batang dan kondisi perakaran.
  • Jika daun tanaman menunjukkan warna kekuningan, kemudian batang atau cabang tanaman mengering maka dipastikan bahwa tanaman mengalami dehidrasi.
  • Selain tanaman kondisi media tanam juga dapat menjadi penentu penyebab kondisi tanaman.
  • Anda bisa memegang media, jika media kering maka tentu dipastikan tanaman mengalami kekurangan air.
  • Sebaliknya jika media becek atau terlampau basah maka penyebab lain adalah adanya infeksi pada akar yang menyebabkam kebusukan.
  • Untuk mengetahui secara pasti maka anda harus membandingkan hasil dari pengecekan pada tanaman dan media.
  • Sehingga akan diperoleh penanganan lanjutan yang tepat.

2. Melakukan Penyiraman
Dari berbagai faktor yang ada penyebab tanaman hampir mati yang paling dominan adalah tanaman mengalami kekurangan air. Sehingga kemudian tanaman tidak dapat berfotosintesis dan kemudian tanaman hampir mengalami kematian. Oleh karena itu, tindakan yang paling tepat tentu adalah dengan melakukan penyiraman yang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Sebaiknya penyiraman dilakukan pada pagi hari.
  • Berikan air sedikit demi sedikit terlebih dahulu.
  • Lalu kemudian tambahkan volume air pada penyiraman kedua.
  • Lakukan hal yang sama pada keesokan harinya.
  • Jika tanaman menunjukkan perubahan, maka volume dan frekuensi penyiraman dapat disesuaikan.
3. Berikan Penyinaran Cukup
Selain pengairan, ternyata tanaman yang hampir mati juga disebabkan oleh kekuarangan penyinaran atau pencahayaan. Oleh karena itu, cara membuat tanamam kembali dapat tumbuh optimal adalah dengan memberikan pencahayaan atau penyinaran yang cukup . Tanaman yang kekurangan cahaya tidak akan dapat melakukan fotosintesis. Sehingga berakibat tanaman tidak dapat membuat makanan sendiri. Oleh karenanya maka tanaman akan mengalami gejala kematian.
4. Pindahkan ke Media Tanam dan Pot Baru
Salah satu cara membuat tanaman dapat tumbuh kembali adalah dengan cara memindahkannya kedalam pot atau wadah baru  . Apalagi jika tanaman anda tergolong telah hidup lama. Dalam kondisi tersebut tentu saja repotting menjadi cara yang paling tepat dan efektif. Dalam waktu yang lama bisa jadi bahwa media tanam mengandung banyak bakteri dan jamur. Sehingga membuat pertumbuhan tanaman menjadi terganggu dan membuat tanaman hampir mati. Pemindahan tanaman dapat anda lakukan dengan cara seperti di bawah ini:
  • Siapkan pot tanamn yang baru serta media tanam yang baru.
  • Jangan lupa tambahkan unsur hara yang cukup seperti pupuk organik.
  • Kemudian cabut dan keluarkan tanaman dari pot yang lama.

  • Siram media tanam lama agar lebih mudah mencabut tanaman.
  • Kemudian cabut tanaman dengan memegang bagian pangkal tanaman, lakukan dengan hati-hati agar akar tanaman tidak rusak.
  • Setelah itu, disrankan untuk merendam tanaman dalam larutan fungisida 5g/liter selama 10-15 menit.
  • Kemudian buat lubang tanam pada media tanam yang baru.
  • Setelahnya tanam tanaman kedalam media tanam yang baru.
  • Lakukan pemeliharaan dan perawatan yang lebih intensif agar tanaman dapat tumbuh dengan optimal.


5. Bersihkan Dari Hama dan Penyakit
Penyebab lain yang bisa membuat tanaman hampir mati tidak lain adalah karena serangan hama dan penyakit tanaman. Karena itu, anda perlu melakukan pembersihan pada tanaman . Cara yang bisa anda lakukan seperti :
  • Potong bagian tanaman atau tanaman yang mengalami gejala kekuningan.
  • Jika ada bagian tanaman yang busuk maka potong dan buang bagian tersebut.
  • Selanjutnya anda bisa memberikan larutan fungisida atau insektisida yang disemprotkan pada tanaman.
  • Lihat perubahan yang terjadi pada tanaman.
  • Jika tanaman terlihat mulai membaik maka sebaiknya lakukan hal ini secara intensif.
6. Masukkan Tanaman Ke Ruangan
Penyebab tanaman hampir mati yang lain adalah dapat disebabkan oleh paparan cahaya matahari yang berlebih. Cahaya matahari yang berlebih membuat tanaman mengalami kekeringan. Panas matahari juga dapat membuat daun tanaman terbakar. Sehingga jaringan yang lainnya juga dapat terbakar. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan tanaman mengalami kematian. Karena itulah untuk menghindari kemarian total tanaman maka cara terbaik adalah memindahkan tanaman ke area yang lebih teduh seperti kedalam tumah atau green house 
7. Berikan Pemupukan dan Perawatan yang Lebih Intens
Penyebab lain yang dapat membuat tanaman hampir mati ialah karena kekurangam unsur hara. Kekurangan unsur hara ini dapat menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh optimal dan pada akhirnya mengalami krisis sehingga mengalami kematian. Dalam hal ini maka untuk mengembalikan pertumbuhan tanaman menjadi optimal sebaiknya tanaman dipupuk dan dirawat dengan lebih intensif . Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara seperti dibawah ini :

  • Gunakan pupuk NPK yang diberikan dengan cara di kocorkan ke tanaman.
  • Larutkan 3-5 gram pupuk per liter air.
  • Kemudian siramkan kebagian media tanam secara teratur.
  • Anda juga bisa memberikan pupuk daun berupa Gandasil.
  • Larutkan pupuk daun dengan takaran 5 gram / liter.
  • Kemudian semprotkan ke bagian daun tanaman.
  • Lakukan hal ini setiap pagi dan sore hari.
  • Amati setiap perubahan tanaman yang terjadi.
  • Anda juga bisa menambahkan pupuk kandang atau pupuk slow release ke media tanam.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here