Advertisement here

Mengapa setelah Indonesia merdeka tidak langsung membentuk TNI (Tentara Nasional Indonesia)?

Badan Keamanan Rakyat (atau biasa disingkat BKR) adalah
suatu badan yang dibentuk untuk melakukan tugas pemeliharaan keamanan
bersama-sama dengan rakyat dan jawatan-jawatan negara.[1] BKR dibentuk oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI dalam sidangnya pada tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 23 Agustus 1945.[2]

Pembentukan BKR merupakan perubahan dari hasil sidang PPKI pada
tanggal 19 Agustus 1945 yang sebelumnya merencanakan pembentukan tentara
kebangsaan. Perubahan tersebut akhirnya diputuskan pada tanggal 22
Agustus 1945 untuk tidak membentuk tentara kebangsaan. Keputusan ini
dilandasi oleh berbagai pertimbangan politik.

Para pemimpin pada waktu itu memilih untuk lebih menempuh cara
diplomasi untuk memperoleh pengakuan terhadap kemerdakaan yang baru saja
diproklamasikan. Tentara pendudukan Jepang
yang masih bersenjata lengkap dengan mental yang sedang jatuh karena
kalah perang, menjadi salah satu pertimbangan juga, untuk menghindari
bentrokan apabila langsung dibentuk sebuah tentara kebangsaan.[2]

Anggota BKR saat itu adalah para pemuda Indonesia yang sebelumnya telah mendapat pendidikan militer sebagai tentara Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), KNIL dan lain sebagainya. BKR tingkat pusat yang bermarkas di Jakarta dipimpin oleh Moefreni Moekmin.[3] Melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan setelah mengalami beberapa kali perubahan nama akhirnya menjadi Tentara Nasional Indonesia.



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here