Ajak Pelajar Bijak Bermedia Sosial



SEBARIN.INFO, Singkawang, – Pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Singkawang dilibatkan dengan memberikan pembekalan kepada pelajar dengan tema “Bijak Bermedia Sosial”.

“MPLS tahun ini, Dinas Kominfo telah memberikan pembekalan kepada pelajar di dua sekolah. SMK Tsafiuddin dan SMP Santo Tarsisius,” kata Kepala Seksi Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Lia Savona, Rabu (17/9/2019).

Lia mengatakan, para pelajar ini dinilai paling produktif dalam pemanfaatan internet dan penggunaan media sosial. Pada sisi lain mereka merupakan generasi penerus bangsa, sehingga diharapkan para pelajar ini, tidak terkontaminasi oleh penggunaan media sosial yang tidak benar.

“Saat ini banyak informasi yang tidak benar atau hoaks, dan banyak juga ditemukan adanya postingan-postingan yang kurang mendidik. Oleh karena itu, pelajar sangat perlu dibekali materi terkait penggunaan media sosial yang baik,” katanya.

Lia mengungkapkan, fenomena media sosial yang terjadi saat ini adalah maraknya berita bohong (hoaks), bullying, kampanye hitam, menebar ujaran kebencian dan sebagainya, karena itu Ia berharap kepada para pelajar peserta MPLS untuk menggunakan media sosial dengan etika, sehat, cerdas dan bijak.

Di samping itu juga diharapkan dapat menciptakan karya baru yang berpotensi bisa memberikan manfaat dan nilai tambah bagi pelajar tersebut. "Hindari penyebaran isu sara, hindari pornografi, hindari juga foto atau vidio kekerasan. Kroscek kebenaran berita, sehingga tidak terjebak dan tidak terpancing berita-berita keliru atau hoaks," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Peliputan dan Publikasi Dinas Kominfo Fajar Unikawati mengapresiasi pihak sekolah yang telah melibatkan Dinas Kominfo dalam pembekalan pada MPLS. “Pembekalan Materi Bijak Bermedia Sosial sangat tepat dilaksanakan. Mengingat para pelajar ini sangat mendominasi penggunaan internet dan media sosial,” katanya.

Terkait hoaks, Fajar menyampaikan beberapa cara untuk menghindarinya. Pertama, dengan mengecek sumber berita. Kedua, untuk tidak terprovokasi dan bersikap netral saat menerima informasi. Kemudian yang ketiga, membandingkan sumber informasi dengan informasi lain dan yang keempat adalah memperbanyak membaca. “Saat menerima informasi agar terlebih dahulu disaring dan dicek kebenaran informasi tersebut sebelum akhirnya dibagikan. Ingat, “Saring Before Sharing,” katanya. (MC. Kota Singkawang/InfoPublik.id)