Aset Jaringan Narkoba Disita



SEBARIN.INFO, Jakarta,- Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulistyo Pudjo Hartono memberi peringatan keras kepada para sindikat jaringan narkoba yang masih melakukan aksinya di wilayah Indonesia.

Dalam keterangan persnya, Rabu (17/7), Ia menegaskan, para pelaku tinggal tunggu waktu untuk dapat ditangkap oleh BNN RI maupun Kepolisian RI. Ia pun menegaskan bahwa selain diancam hukuman mati, para sindikat pun akan dimiskinkan.

Hal ini dilakukan saat BNN berhasil mengamankan seorang pria yang merupakan anggota sindikat internasional berinisial KML di daerah Dusun Pintu Air, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Dari tangan tersangka BNN mengamankan 15,6 kg sabu dan 9.900 butir pil PMMA. Selain itu, BNN juga mengungkap adanya tindak pencucian uang dengan berhasil mengamankan asset senilai Rp 6,1 milyar.

BNN pun mengungkap kepemilikan asset milik tersangka KML yang diduga didapat dari hasil tindak kejahatan narkotika senilai Rp 5 milyar.

Seluruh asset tersebut terdiri dari satu unit rumah mewah, dua unit mobil mewah, 14 bidang tanah beserta sertifikatnya, 4 unit sepeda motor serta uang dalam rekening sebesar Rp 150 juta.

Untuk mengelabui petugas, KML sengaja menyimpan sebagian asetnya tersebut dengan mengatas namakan orang lain, baik kerabat maupun orang dekat.

Pria yang berprofesi sebagai pelaut ini diketahui memiliki banyak aset berupa uang yang ada dalam rekeningnya di beberapa bank.

Aset ini diduga berasal dari hasil bisnis Narkoba yang dilakukan tersangka dengan sindikat narkoba jaringan internasionalnya.

Atas perbuatannya tersangka diancam hukuman sesuai dalam pasal 137 huruf a dan b; pasal 3 Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; dan pasal 5 (1) jo pasal 10 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. (InfoPublik.id)