Berita Hoax Musuh Bersama



SEBARIN.INFO, Rembang,- Pengasuh Pesantren Al- Amin Sarang Rembang, Gus Abdullah Muava menegaskan bahwa berita hoax harus menjadi musuh bersama.

"Mulai DPR, eksekutif, legislatif, masyarakat, kelompok agama harus bersama- sama memerangi berita hoax," kata Gus Abdullah saat menghadiri seminar bahaya berita hoax di media sosial yang diselenggarakan Kemkominfo di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (20/7).

Menurut dia, berita hoax bisa merugikan kita semua. Jika semua stakeholder mampu bekerjasama maka bisa dipastikan tidak ada celah bagi penyebar berita hoax untuk memprovokasi dan menyebar fitnah di tengah masyarakat yang mengancam gaduhnya sistem sosial di negeri ini.

Melihat bahaya berita hoax terhadap pendidikan masyarakat, jelas dia, perlu langkah- langkah strategis. Pendidikan karakter harus terus dikuatkan ke semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Semua pihak pun harus mendukung gerakan masif tersebut.

Dinas terkait dan sekolah perlu menerbitkan media pemberitaan positif baik secara online maupun offline. "Media ini jadi penyeimbang di tengah arus media (sosial) yang kian tak mendidik," ujar dia.

Ia juga berharap agar pihak sekolah atau pesantren bisa menegakan tata tertib siswa atau santri di sekolah atau di pesantren. Penggunaan smartphone jika pun tidak dilarang tetapi harus dibatasi agar siswa/santri tak seenaknya mengakses.

Orangtua juga harus bekerjasama pada pihak sekolah dan pesantren untuk melakukan pengawasan kepada anak- anak.

Ia juga berharap agar pemerintah bisa melakukan pemblokiran situs- situs atau aplikasi yang berpotensi menyebarkan berita hoax. Konten yang memicu kebencian dan konflik serta pornografi.

Untuk generasi muda, ia berharap agar bisa menelusuri sumber berita yang didapat. Jika berita offline maka bisa konfirmasi kepada pihak terkait, bertemu, via surat atau telepon.

"Apabila sumbernya online, maka bisa dijelajahi lewat google dan sejenisnya. Pastikan sumber berita bukan berbasis website atau blog gratisan. Jika ditemui dalam google itu beritanya kontriversi maka diduga itu berita hoax," kata dia.

Seminar ini dihadiri oleh Tenaga Ahli Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Bidang Desiminasi Informasi Publik Kemenkominfo, Dr. Ismail Cawidu, Plt. Direktur Pengelolaan Media Ditjen IKP Kemkominfo, Nurlaili dan Anggota Komisi I DPR RI, Arvin Hakim Thoha. (InfoPublik.id)