Bijak Gunakan Media Sosial



SEBARIN.INFO, Rembang,- Kementerian Komunikasi dan  Informatika (Kominfo) menggelar seminar bahaya berita hoax di media sosial yang dihadiri para generasi muda di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (20/7).

Tenaga Ahli Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Bidang Desiminasi Informasi Publik Kemenkominfo Ismail Cawidu menjelaskan, berdasarkan fakta ada 59 persen link berita yang disebarkan tanpa dibaca terlebih dahulu.

Untuk itu, ia berharap agar kalangan anak muda bisa menggunakan media sosial dengan bijak dan hati- hati. Pasalnya, kata dia, apapun yang diposting di media sosial akan meninggalkan jejak.

Menurut dia, ini yang menyebabkan jika ada masalah di media sosial akan bisa terungkap. " Walaupun sudah di delete berkali kali, itu meninggalkan jejak. Makanya kalau sekarang ada orang bermasalah kemanapun itu pasti bisa ditangkap," kata dia.

Hal ini dikarenakan ada sistem yang bisa menarik kembali data atau apapun yang pernah diposting di internet. Baik suara, gambar, video atau apapun. "Itu namanya jejak digital," ujar dia.

Ia pun mengatakan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh kalangan anak muda di media sosial. Salah satunya adalah dengan menciptakan konten yang menarik dan menyebarkan berita- berita yang bermanfaat saja.

Selain itu yang harus dihindari adalah mengupload foto mati. "Uploadlah foto yang bagus- bagus dan penting," kata dia.

Masyarakat dan generasi muda juga harus menciptakan dialog atau komunikasi dua arah. Misalnya, jika di media sosial bisa memberikan komentar atau saran yang membangun. "Anda tidak dilarang berkomunikasi. Tapi berkomunikasi yang positif," ujar dia.

Seminar ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi I DPR RI, Arvin Hakim Thoha dan Pengasuh Pesantren Al- Amin Sarang Rembang, Gus Abdullah Muava dan para santri di wilayah Rembang. (InfoPublik.id)