Bisnis Jaminan Produk Halal



SEBARIN.INFO, Jakarta, - Kementerian Agama mematangkan Internalisasi Proses Bisnis Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH). Menag mengingatkan jajarannya terkait target operasional 17 Oktober 2019.

Menurut Menag, BPJPH harus sudah mulai melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai peraturan perundang undangan. "Waktunya sudah tidak lama, karenanya kita harus semakin bersungguh-sungguh untuk bisa setidak-tidaknya menyamakan persepsi di antara kita, menyamakan cara pandang kita apa sebenarnya yang harus dilakukan oleh BPJPH sesuai dengan mandat yang diberikan baik oleh undang-undang maupun oleh Peraturan Pemerintah dan nanti oleh Peraturan Menteri Agama," jelas Menag di kantor Kemenag, Jakarta, Senin (15/7).

Pertemuan ini penting, kata Menag, untuk menyamakan persepsi terkait bisnis proses BPJPH. "Setiap kita wajib fokus dan mengikuti setiap sesi secara penuh dari awal sampai akhir," tegas Menag.

Dua pesan Menag kepada Jajaran BPJPH. Pertama, jajaran BPJPH harus menguasai regulasi. Tidak cukup dibaca, tapi dipahami dan dimengerti, apa bunyi undang-undang, apa bunyi PP dan apa bunyi PMA.

“Karenanya, saya minta betul setiap kita menguasai itu makna dari implementasi lima nilai budaya kerja kita profesional-profesional itu menguasai bidangnya,” ujarnya.

Kedua, segera bangun aplikasi SiHalal. Seluruh proses yang terkait dengan bisnis proses, akan melalui sistem aplikasi berbasis online. Masing-masing unit kerja, bidang dan bagian, selain mempelajari, mencermati, menguasai Rancangan PMA, juga keterkaitannya dengan sistem aplikasi SiHalal.

"Mudah-mudahan setiap kita memiliki motivasi dengan baik. Mumpung kita mendapatkan kehormatan dan kemuliaan ini sehingga waktu yang tidak banyak ini bisa kita maksimalkan seoptimal mungkin,” pesan Menag. (InfoPublik.id)