Embarkasi Adi Sumarmo Solo Berangkatkan 34.861 Calon Haji



SEBARIN.INFO, Solo, – Calon Jemaah Haji (Calhaj) yang diberangkatkan melalui Embarkasi Bandara Udara Adi Sumarmo sebanyak 97 kloter dengan jumlah calhaj secara keseluruhan sebanyak 34.861 orang calon jamaah haji yang berasal dari Daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Haingga hari ini, Rabu (10/7/2019) Embarkasih Adis Sumarmo sudah memberangkatkan 15 kloter, yang dimulai pada pemberangkatan kloter pertama pada 6 Juli lalu,” kata Kepala Penyelenggaraa Haji dan Umroh Kementerian Agama Kota Surakarta Rosyid Ali Safitri.

Rosyid mengatakan, sejak 1 Juli sampai 10 Juli biasanya agak ada tersendat namun mulai tahun ini semuanya lancar tidak ada kendala, dari keberangkatan penerbangan Jemaah calon haji sudah bisa diberangkatkan , namun ada satu, dua orang Jemaah yang sakit tapi tidak terlalu banyak seperti tahun sebelumnya. Tahun ini tergolong lancar dari kloter 1 sampe kloter 12. Siang hingga malam hari akan diberangkatkan kloter 12 sampai kloter 15.

Untuk embarkasih Adi Sumarmo Solo seluruhnya ada 97 kloter, tahun lalu sekitar 95 kloter, namun karena ada tambahan kuota 10 ribu dari Arab Saudi jadi kita mendapat tambahan 2 kloter shingga menjadi 97 kloter.

Satu kloter berjumlah 360 orang temasuk petugas, jemaahnya ada 355 orang sedangkan petugasnya 5 orang. Lima orang itu termasuk ketua kloter, pembibing ibadah serta dokter dan para medis.

“Jumlah keseluruhan yang diberangkatkan melalui bandara Adi Sumarmo 34.861 jamaah untuk jawa tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari 97 kloter dengan waktu keberangkatan selama satu bulan hingga bulan Agustus 2019,” ujarnya.

Rosyd menambahkan, saat ini sudah sampai kloter 13 yang sudah diberangkatkan masih ada tiga kloter yang siap diberangkatkan malam nantii.

Sejak jam 3 dini hari kita sudah memberangkatkan kloter 11 dan seterusnya sampai kloter 15 . satu hari 4 kali penerbangan.

“Dari keseluruhan calon Jemaah haji keberangkatan kloter terakhir jatuh pada tanggal 5 Agustus yaitu kloter 97 dan 97,” tuturnya.

Dari segi kesehatan.

Rosyid mengatakan, semua calhaj insya allah sehat semua karena sudah dipantau oleh tim kesehatan sejak dua tahun sebelum keberangkatan seperti pemeriksaan kesehatancalhaj untuk melakukan penyembuhan terhadap calhaj.

Riksiko tinggi (risti) banyak dialami para calon haji karena faktor usia yang sudah mencapai 60 tahun ke atas sehingga dinyatakan riksiko tinggi terhadap rawan penyakit. Jemaah di kota Surakarta yang beriksiko tinggi sekitar 50 persen. Hal ini termasuk wajar karena daftar tunggu yang terlalu lama sekitar 8 tahun , bahkan yang mendaftar tahun 2019 ini daftar tunggunya 24 tahun.

“Dengan daftar tunggu yang lama sekitar 24 tahun akan menjadi reksiko tinggi bagi calon Jemaah haji karena yang daftar sekarang ini akan mendapat giliran pada 24 tahun mendatang dengan umur sudah mencapai 50 tahun keatas, sehingga menjadi Calon haji bereksiko tinggi,” ujarnya. (InfoPublik.id)