Grontol Jagung, Makanan Tradisional Yang Masih Bertahan di Blora



SEBARIN.INFO, Blora, - Grontol jagung, salah satu makanan tradisional yang masih bertahan dijual di sejumlah pasar tradisional di kabupaten Blora, Jawa Tengah. Makanan selera keluarga itu dibuat dari bahan jagung pipil yang direbus.

Salah satunya, grontol jagung dijual oleh Sukinah (95) di pasar tradisional desa Pelem, Kecamatan Blora. Sukinah membeli bahan jagung kemudian diolahnya. Tidak banyak, hanya1,5 kg jagung pipil, dicuci kemudian direbus.

Setiap pagi, dengan membawa bakul berisi grontol, daun pisang dan nampan, digendongnya menunju ke pasar tradisional desa Pelem. Grontol dicampur parutan kelapa ditawarkannya di tepi jalan. Aktivitasnya itu ditekuni lebih dari 40 tahun.  

“Saya jualan grontol jagung sejak anak-anak masih kecil sampai punya cucu hingga sekarang. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Saya bertahan saja jualan makanan tradisional, modalnya cukup terjangkau,” katanya di Blora, Jumat, (21/6/2019).

Dari hasil jualannya, ia mengatakan dapat penghasilan lebih kurang Rp50.000,00 setiap hari.“Lebih kurang Rp50.000,00 setiap hari. Itu sudah bisa kembali modal untuk beli bahan dan dapat laba,” ujarnya.  

Selain grontol jagung, Sukinah juga menjual tiwul (makanan terbuat dari gaplek ketela) dan gendar (makanan terbuat dari nasi beras yang ditumbuk).

Makanan tradisional yang dibuat Sukinah hingga usia lebih paruh baya ini selalu dinantikan oleh para penggemarnya.  

Tak jarang, penggemar kuliner tradisional di sejumlah desa di sekitar Pelem menanyakan jika Sukinah tidak jualan.

“Kalau pas lagi belanja, saya beli grontol jagung, enak dan gurih untuk selingan makanan keluarga. Kalau Mbah Sukinah tidak jualan, saya tanyakan ke pedagang di sekitar pasar,” kata Naning, salah seorang ibu rumah tangga asal desa Ngampon, Kecamatan Jepon.

Grontol jagung khas Blora, katanya, menjadi kesukaan keluarga, apalagi ketika sedang berkumpul denga kerabat dari luar kota. (MC Kab. Blora/Teguh/InfoPublik.id)