Indonesia Innovation Day 2019 Lampaui Target Capaian



SEBARIN.INFO, Jakarta – Tahun 2019, penyelenggaraan Indonesia Innovation Day (Indonesia ID) cukup istimewa, karena tidak hanya melibatkan lembaga litbang di Pusat Unggulan Iptek saja, melainkan juga melibatkan beberapa Science Techno Park (STP) di bawah naungan Direktorat Kawasan Sains, Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya, Kemenristekdikti.

“Tahun 2019, penyelenggaraan Indonesia ID cukup membanggakan, karena target capaian Indonesia ID 2019 sebanyak 4 MoU, terlampaui dengan ditandatanganinya 2 Cooperation of Agreement, 1 Letter of Agreement, 4 Memorandum of Understanding, dan 7 Letter of Intent,” kata Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Kemenritekdikti, Kemal Prihatman  pada acara Press Conference Indonesia Innovation Day 2019 di Gedung BPPT Jakarta, Jumat (5/7).

Disebutkan, Indonesia ID adalah kegiatan diseminasi dan penguatan jaringan kerjasama bisnis, dan riset tingkat internasional. Kemenristekdikti, menyelenggarakan kegiatan Indonesia ID ini, meliputi gelar produk, business matchmaking, dan presentasi produk.  Indonesia ID ini, telah dilaksanakan tiga tahun berturut-turut dari tahun 2017 yang diselenggarakan di Belanda, 2018 diselenggarakan di Jepang, dan tahun 2019 diselenggarakan di Saarland Univsersity, Saarbucken, Jerman, 26 Juni 2019.

Menurutnya, untuk Indonesia ID 2019 ini, terdapat 37 produk inovasi hasil litbang yang ditampilkan dengan rincian, yakni 10 produk di bidang pangan, pertanian (Food-Agriculture), 9 produk di bidang kesehatan dan Obat (Healtthcare), 6 produk di bidang Kemaritiman (Maritime), 1 produk di bidang Sosial Budaya (Social Culture), 7 produk di bidang Material Maju (Advanced Material), dan 4 produk di bidang TIK (ICT).

Sementara, terdapat 55 orang tim exhibitor dan pejabat pengambil keputusan yang berasal dari 27 lembaga PUI (Pusat Unggulan Iptek), STP (Science Techno Park), dan Inkubator di Indonesia.

“Dari 37 produk inovasi tersebut, ada 14 kontrak yang saya rasa sangat menggembirakan, bahwa kita mampu bersaing dengan teman-teman dari negara lain. Dan ini sudah terbukti, tahun 2017, 2018 dan 2019 ini. Walaupun kami sebetulnya menargetkan hanya 4 kontrak, kita capai 14 kontrak. Kemudian, negara yang dituju di Eropa, ternyata bukan hanya Jerman, kami memiliki kontrak juga dengan Inggris, Belgia, Perancis, dan Swiss,” tuturnya.

Ia menambahkan, kontrak yang ditandangani tersebut diantaranya, untuk pengembangan produk maupun untuk pemasaran produk. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen, baik dari Lembaga Litbang, STP maupun PUI atas terselenggaranya Indonesia ID 2019 tersebut,” ungkapnya.

Untuk diketahui, rangkaian agenda Indonesia ID 2019 tersebut diantaranya: ucapan selamat datang diberikan oleh Axel Koch, sebagai perwakilan dari Universitas Saarland, dilanjutkan pembukaan oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo, dan Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno.

Upacara pembukaan dilakukan oleh tiga perwakilan dengan membunyikan alat musik tradisional angklung. Publik presentation untuk produk unggulan pilihan dilakukan oleh 6 presenter yang berasal dari 5 lembaga PUI dan 1 lembaga STP.  Agenda ditutup oleh Kepala Dewan Riset Nasional, Bambang Setiadi.(InfoPublik.id)