Kembangkan BBN, Implementasi B30



SEBARIN.INFO, Jakarta, – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mengembangkan teknologi Bahan Bakar Nabati (BBN),  pertama sudah membantu implementasi B30 saat ini, dari sisi pemanfaatan Crude Palm Oil (CPO) untuk biodiesel, dan  kedua sudah pernah menggarap Pure Plant Oil (PPO).

“Ini pernah dimanfaatkan, seperti untuk campuran solar antara 5-50 persen, dan itu gak ada permasalahan yang signifikan. Nah dari dua jenis pemanfaatan bahan bakar nabati itu, kita juga mengarah untuk pemanfaatan biomassanya,” kata Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri dan Material (TIEM BPPT), Eniya Listiani Dewi pada acara konferensi pers Workshop Pemanfaatan Minyak Sawit Untuk Green Fuel di Gedung BPPT, Selasa (16/7).

Disebutkan, biomassa tersebut diolah menjadi bahan bakar dengan menggunakan proses pirolisis, dan akan menghasilkan bio crude oil. “Ini beberapa teknologi yang kita akan kenalkan. Tapi, kita sudah melakukan uji coba, tinggal kita dorong implementasinya sebanyak mungkin,” tuturnya.

“Jadi solusi ke depan, untuk menggantikan BBM dari fosil itu, kita bisa paling tidak 50 persennya, kita bisa ganti dari solar 50 pesen itu, bisa diambil dari  bahan bakar nabati,” paparnya.

Sementara itu, Unggul Priyanto, Tenaga Ahli BPPT, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, intinya seminar tersebut dilaksanakan, untuk  memberikan masukan pemanfaatan minyak sawit,  selama ini, yang sudah oversupplay, produksi kita sudah cukup tinggi,  46 juta ton CPO,  sementara konsumi dalam negeri,  hanya 12 juta ton,  sisanya di ekspor.

“Sementara banyak kendala atau hambatan di luar yang berusaha mempersulit  penjualan CPO kita.  Nah karena itu, seminar ini kita  berusaha mencari solusi,  baik dari sisi teknologi,  keekonomian maupun dari  sisi kebijakan,” terangnya.

“Bagaimana caranya CPO kita ini bisa   termnafaatkan dengan baik. Semntara dari satu sisi kita masih impor BBM.  Sehingga neraca perdagangan kita tahun 2018  disampaikan sempat defisit,  mencapai sekitar 8 milar dolar. Jadi cukup  tinggi, di satu sisi CPO kita  sebetulnya cukup banyak untuk menggantikan itu,” jelasnya.

Dalam kesempatan workshop tersebut, juga dilakukan lauching masyarakat Bio Hydrokarbon Indonesia. “Intinya kita akan membantu suatu komunitas bersama, baik itu praktisi,  sceintist, teknolog maupun ekonom, yang mempunyai ketertarikan, keinginan untuk ikut bersma-sama,  mengembangkan potensi bio hydrokarbon, yang salah satunya adalah minyak sawit,” ungkap Unggul. (InfoPublik.id)