Kemenhub Ajukan Skema Buy The Service dan O-Bahn Sebagai Penanggulangan Kepadatan Lalin



SEBARIN.INFO, Jakarta - Seiring usaha Pemerintah untuk mendorong Pemda dalam menanggulangi kepadatan lalu lintas, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggencarkan peran angkutan umum.

Menurut Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, sejalan dengan itu, pihaknya sedang mendorong Bus Rapid Trans (BRT).

"Kami sedang merevitalisasi kendaraan umum angkutan perkotaan. Jadi kalau ada harapan masyarakat angkutan massalnya lebih baik, di sektor daratnya sudah ada BRT yang sudah dijalankan sejak 2016 - 2017, dan yang terakhir yang akan kita lakukan adalah skema Buy The Service, yaitu kita tidak melakukan pengadaan BRT sebelumnya, tapi hanya membeli layanan saja dan operatornya adalah dari pihak swasta kemudian yang menerima manfaat adalah masyarakat di kota-kota itu," kata Dirjen Budi, akhir pekan. 

Lebih lanjut Dirjen Budi mengatakan, ada beberapa kota besar yang telah dipersiapkan untuk menjadi contoh (pilot project) untuk skema Buy The Service, yaitu Medan, Palembang, Solo, Denpasar, Surabaya, dan Yogyakarta. Saat ini Kemenhub sedang menjajakan program tersebut pada Pemerintah Daerah dan akan dijalankan pada 2020 mendatang.

Di sisi lain, Dirjen Budi menjelaskan mengenai O-Bahn, yaitu busway berpemandu yang merupakan bagian dari sistem transit bus cepat dengan memadukan konsep BRT dan LRT.

"O-Bahn ini hampir mirip dengan BRT, hanya penggunaan kendaraannya bisa menggunakan guided bus atau jalan tertentu atau di jalan umum tertentu. Sampai saat ini kami masih melakukan kajian, dan lebih jauh lagi kami akan melakukan studi banding ke beberapa kota di negara lain. Namun untuk saat ini kami belum mengoperasikan O-Bahn, setelah kajian ini nantinya akan kami sampaikan lagi cocoknya ada di kota mana yang ada di Indonesia," kata Dirjen Budi.(InfoPublik.id)