Kemenperin Optimis Target Serapan Garam Petani Oleh Industri Tercapai



SEBARIN.INFO, Jakarta, - Kementerian Perindustrian (Kemperin) mencatat, realisasi serapan garam petani oleh industri hingga minggu pertama Juli 2019 mencapi 1.009.000 juta ton. Artinya, serapan garam oleh industri hampir mencapai 90 persen, dari total target sebesar 1,12 juta ton.

Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian (Kemperin) Fridy Juwono, mengaku optimis dapat mencapai target serapan tersebut hingga akhir bulan ini. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi syarat rekomendasi pengajuan impor garam industri pada tahun ini.

"Komitmen kami menyerap 1.128.000 ton, serapan ini berlaku dari Agustus 2018 hingga Juli 2019. Hingga minggu pertama Juli, jumlah serapan garam lokal sudah mencapai 1.009.000 ton," katanya di Jakarta, Minggu (14/7).

Menurut Fridy, impor garam ini ditujukan untuk berbagai keperluan industri seperti chlor alkali plant (CAP), industri bubur kertas dan kertas, industri farmasi, industri aneka pangan dan pengeboran minyak.

"Kalau untuk tekstil, karena garam hanya untuk pencelupan, jadi itu sudah menggunakan garam dari dalam negeri. Pengasinan juga sudah dari dalam negeri," ujarnya.

Namun di sisi lain, Fridy mengakui, bahwa industri masih menghadapi kendala dalam menyerap garam rakyat. Pasalnya, masih banyak garam rakyat yang memiliki kandungan natrium klorida (NaCl) di bawah 94 persen. Sementara, garam yang digunakan industri harus memiliki kandungan NaCl yang tinggi.

"Bila garam rakyat memiliki standar yang tinggi, maka serapan industri bisa lebih tinggi lagi. Sementara itu, garam rakyat yang diserap oleh industri pun sudah digunakan," katanya.

Sementara itu, untuk sisa perjanjian penyerapan periode 2018-2019, pihaknya telah mendorong industri untuk mempercepat penyerapan sisa garam hingga sesuai dengan kuota yang telah dijanjikan. Menurutnya, volume serapan garam terakhir oleh industri untuk komitmen 2018-2019 sudah mencapai 980ribu ton dan masih terus berjalan.

"Jumlah konsumsi garam saat ini baru sekitar 1,6 juta-1,7 juta ton, yang terdiri dari 700 ribu-800 ribu ton untuk konsumsi rumah tangga dan sisanya untuk industri pengolahan ikan asin skala kecil menengah," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Garam (Persero), Hartono menambahkan, pihaknya juga berkomitmen menyerap garam lokal sebanyak 75 ribu ton pada tahun ini. Menurutnya, langkah ini agar memberikan kepastian harga pada level petambak dan meningkatkan harga garam lokal di tengah mengalami penurunan.

"Kami akan membeli garam rakyat kualitas I (KW I) sehharga Rp1.050 per kilogram (kg). Kami memang hanya menyerap garam dengan kualitas I," pungkasnya. (Infopublik.id)