M Tabrani Diusulkan Diabadikan Jadi Nama Jalan di Jakarta



SEBARIN.INFO, Jakarta, – Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, agar memberikan nama jalan kepada penggagas Bahasa Indonesia, Mohammad Tabrani (M. Tabrani).

Usul itu, disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar.

“Saya akan mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta agar memberikan nama jalan dengan nama M. Tabrani. Harapannya nama jalan tersebut dekat museum Sumpah Pemuda,” kata Dadang usai ziarah ke Makam M. Tabrani di TPU Tanah Kusir, Kamis (18/7).

Disebutkan, apabila usul itu dikabulkan pemberian nama jalan M. Tabrani tidak berada di jalan yang sempit. “Bukan jalan yang kecil, beliau ini kan tokoh perintis kemerdekaan.” ujarnya.

Namun demikan, kata Dadang, biarlah Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya yang menentukannya. Diharapkan, tentu saja jalan yang terhormat, bukan jalan kecil, karena sejauh ini, di pemakaman ini saja disebut sebagai perintis kemerdekaan.

Menurutnya, proses pemberian nama jalan, seiring dengan usulan pemberian nama gelar pahlawan kepada M. Tabrani.

“Jadi di satu sisi itu, kita mengusulkan apa tahapan untuk menjadi pahlawan nasional, di sisi lain usul juga untuk nama jalan. Kalau nggak di Jakarta juga bisa di Madura (tempat kelahiran beliau). Bisa  juga kalau Gubernur Jawa Timur punya pemikiran yang sama,” tuturnya.

Sebelumnya, pihaknya telah mengganti nama salah satu gedung yang paling besar di Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan  di Rawamangun menjadi nama M. Tabrani. “Saya sudah menandatangani perubahan nama itu. Awalnya gedung Samudra sekarang namanya  M. Tabrani,” imbuhnya.

Seperti diketahui, M. Tabrani lahir di Pamekasan (Madura), 10 Okober 1904 dengan nama lengkap Mohammad Tabrani Soerjowitjitro. Wafat pada tanggal 12 Januari 1984.

Makam almarhum di TPU Tanah Kusir merupakan situs memori untuk mengenang jasa-jasa M. Tabrani. Tanda jasa Perintis Kemerdekaan telah dianugerahkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Tanda jasa itu, masih perlu ditambahkan.

Untuk itu, melalui Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan segera mengusulkan penghargaan negara berupa gelar pahlawan nasional kepada M. Tabrani karena gagasan besarnya melahirkan bahasa Indonesia yang mempersatukan beragam manusia: anak bangsa ini. (InfoPublik.id)