Masyarakat Diimbau Tetap Tenang Soal Potensi Gempa 8,8 SR di Selatan Jawa



SEBARIN.INFO, Lumajang, - Masyarakat Lumajang diimbau untuk tidak panik dan resah, akibat beredarnya sebuah pemberitaan tentang potensi gempa 8,8 Skala Richter (SR), yang disertai tsunami setinggi 20 meter di Selatan Pulau Jawa (Pantai Cilacap, Yogyakarta hingga Jawa Timur), yang saat ini ramai diinformasikan di media cetak dan elektronik.

“Kami harapkan masyarakat Lumajang untuk tetap tenang, tidak usah panik dan resah, karena pernyataan itu adalah kajian ahli terkait potensi gempa bumi dan bukan prediksi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo di kantornya, Senin (22/7/2019).

Wawan juga mengatakan, bahwa di laut yang berada di selatan Kabupaten Lumajang memang terdapat sebuah bentangan sepanjangan 70 kilometer, yakni mulai dari laut di Kecamatan Yosowilangun hingga Tempursari yang memiliki potensi tsunami.

Selain itu, dikatakan Wawan, sebagai upaya penanggulangan bencana tsunami terjadi di wilayah pesisir selatan Lumajang, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui BPBD telah melakukan upaya dengan membentuk 14 Desa Tangguh Bencana (Destana).

“Dengan adanya destana, kami mengharapkan agar Tim Destana yang telah terbentuk bisa memberikan edukasi tentang kebencanaan kepada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang akan terjadi nantinya,” katanya.

Di samping itu, Wawan juga menyampaikan bahwa untuk semakin menambah edukasi masyarakat dalam menanggulangi bencana nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah melakukan kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Regional Jawa di Lumajang pada Senin (15/7/2019) lalu, yang bekerja sama dengan BPBD Provinsi dan Kabupaten.

“Dalam kegiatan itu, BNPB bersama BPBD provinsi dan kabupaten memberikan edukasi lebih dalam lagi kepada masyarakat, karena Tim Fasilitator Ekspedisi Destana Tsunami akan menyosialisasikan tentang kebencanaan ke sejumlah tempat yang menjadi fasilitas publik, seperti sekolah, rumah ibadah, pasar, puskesmas, dan pemukiman,” ujarnya.

Wawan juga mengimbau, agar masyarakat Lumajang bisa menyaring informasi kebencanaan yang saat ini terkadang menyesatkan, sehingga bisa mengetahui informasi yang benar maupun yang salah. (MC Kab. Lumajang/An-m/Vira/InfoPublik.id)