Mohammad Tabrani Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional



SEBARIN.INFO, Jakarta, – Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengusulkan penghargaan negara berupa gelar pahlawan nasional kepada Mohammad Tabrani  Soerjowitjitro (M. Tabrani).

“Kalau kita melihat berbagai tulisan sejarahwan/ahli bahasa, Almarhum M. Tabrani ini, orang pertama yang mencetuskan agar bahasa Indonesia menjadi bahasa negara, padahal waktu itu Negara Kesatuan Republk Indonesia belum ada atau belum merdeka,” kata Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar saat ziarah di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan (18/9).

Atinya, kata Dadang,  keberanian almarhum M. Tabrani ini luar biasa. “Kalau kita melihat  tanggal lahir beliau  10 Oktober 1904, ikut memimpin Kongres Pemuda Pertama 1926,   beliau masih usia yang sangat belia, kurang lebih usia 22 tahun. Bisa dibayangkan pada usia 22 tahun,  memiliki pemikiran besar yang menjadi tonggak sejarah sampai kita sekarang ini,” tuturnya.

“Bahkan menjadi pondasi yang melahirkan kemerdekaan kita, salah satu pondasi yang ditanamkan oleh beliau melalui bahasa negara. Karena semua mengetahui, 2 tahun kemudian setelah kongres yang pertama,  ada Kongres Pemuda Indonesia yang kedua 1928, dimana yang di dalamya ada tiga sumpah yang sangat suci bagi  bangsa ini, sumpah tentang tumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, sumpah tentang berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan sumpah menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” paparnya.

Disebutkan, maksud dari ziarah ini, mengingatkan kepada semuanya, masyarakat,  terutama anak-anak muda, agar mereka memahami betul,  bahwa sejarah bangsa ini,  tidak dibangun begitu saja,  tapi penuh perjuangan yang luar biasa dan  berbagai bidang, salah satunya adalah  bidang bahasa.

“Sering saya sampaikan, bahwa sejak  kongres yang pertama, bahkan  sampai sekarang pun di tanah air ini kita memiliki  lebih dari 1300 suku bangsa, dan hampir setiap suku bangsa,  memiliki bahasa daerahnya masing-masing. Coba bayangkan, apabila setiap suku bangsa  mengusulkan bahasa daerahnya menjadi bahasa nasional, belum tentu negara Indonesia ini  bisa berdiri dengan tegak seperti sekarang ini. Disinilah peran almarhum bapak M. Tabrani, memunculkan satu gagasan besar untuk  bangsa ini, dengan keberaniannya yang luar biasa,  beliau mengusulkan agar bahasa Indonesia lah  yang menjadi bahasa negara kita,” ungkapnya.

Untuk diketahui, M. Tabrani lahir di Pamekasan (Madura), 10 Oktober 1904. Wafat pada tanggal 12 Januari 1984. Ia merupakan Ketua Kongres Pemuda Pertama yang berlangsung di Solo 1926. Ia juga seorang wartawan yang mulai bekerja di harian Hindia Baru.

Dalam kolom yang ia asuh di lembaga pers itu, pada tanggal 10 Januari 1926, dimuatlah tulisan dengan judul “Kasihan”. Tulisan itu, muncul sebagai gagasan awal untuk menggunakan nama bahasa Indonesia.

Ketika itu, M. Tabrani menyebut bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan bangsa. Konsep kebangsaan yang muncul dari gagasan M. Tabrani tersebut merujuk pada kondisi nyata keberagaman manusia yang masih bersifat kedaerahan/kesukuan dan masih mengutamakan kepentingan suku atau pun daerahnya masing-masing sebagaimana terbentuknya organisasi-organisasi pemuda waktu itu.

Dalam Kongres Pemuda Pertama 1926 tersebut. M. Tabrani berbeda pendapat dengan Mohammad Yamin yang ingin menggunakan bahasa persatuan bahasa Melayu. Sehingga kebijaksanaan yang diambil adalah keputusan terakhir ditunda  sampai dengan Kongres Pemuda Indonesia Kedua 1928. Pesan Kongres Pertama dititipkan kepada M. Yamin dengan catatan penting, bahwa nama bahasa Melayu diganti menjadi bahasa Indonesia. (InfoPublik.id)