Pelatihan Digital Santripreneur Go-Online



SEBARIN.INFO, Banyuwangi, – Tidak hanya mendorong sektor pariwisata melalui penyaluran KUR, Pemerintah juga mengimplementasikan kebijakan Kemitraan Ekonomi Umat dalam bentuk kegiatan pelatihan digital bertajuk “Santripreneur Go-Online”.

“Kolaborasi pemerintah dengan korporasi atau pihak swasta melalui program-program pemberdayaan dan pembinaan UMKM, termasuk unit usaha/binaan pondok pesantren perlu senantiasa didorong,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (22/7).

Melalui kegiatan ini, Kemenko Perekonomian yang bekerja sama dengan Shopee Indonesia mengupayakan peningkatan literasi digital di bidang pemasaran dan pengembangan produk bagi santri dan masyarakat pondok pesantren. Hal ini sekaligus merupakan implementasi dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Susiwijono menerangkan, batch pertama telah dilaksanakan pada 18 Juli 2019 lalu dengan melibatkan 50 orang peserta dari Pondok Pesantren Nurul Quran Kabupaten Banyuwangi. Rincian pesertanya adalah 25 orang dari alumni/santri/guru/keluarga besar pondok pesantren; 15 orang dari masyarakat sekitar yang sudah memiliki produk dan berjualan secara online; dan 10 orang dari pesantren/madrasah diniyah di sekitarnya.

Adapun materi pelatihan dari Santripreneur Go-Online ini meliputi: (i) Beginner Class antara lain potensi berjualan online, mengenal psikologi pembeli, tips dan trik berjualan, dan fotografi produk; (ii) Intermediate Class antara lain pemanfaatan fitur-fitur shopee, menjadi best seller, memanfaatan shopee pay, penulisan deskripsi pruduk yang menarik. Kedua program pelatihan tersebut disampaikan dalam 3 (tiga) sesi selama 1 (satu) hari dan diselingi praktik fotografi produk serta atraksi permainan. 

Pemerintah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri serta masyarakat sekitar pada bidang kewirausahaan digital.

“Harapannya, setelah pelatihan peserta dapat meningkatkan kapasitas penjualan produknya sekaligus dapat meningkatkan kompetensi. Dengan demikian, selain belajar menjadi ahli ilmu agama, menjadi ustad, sekaligus juga sebagai digital entrepreneur,” kata Susiwijono.

Kemenko Perekonomian, lanjutnya, sangat mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital sebagai bagian dan langkah strategis guna memperkuat sektor kewirausahaan untuk menghadapi era disruptif dan revolusi industri 4.0.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas pun menerangkan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam mengembangkan UMKM dan pariwisata. Menurutnya, Pemerintah perlu bekerja kreatif, penuh inovasi, dan tepat sasaran.

“Saya sependapat bahwa digital market place itu harus terkoneksi dengan UMKM untuk meningkatkan kapasitas suatu daerah. Kunjungan kerja Kemenko Perekonomian beserta seluruh program dan kebijakan yang ada ini pun semoga menjadi penyemangat kami untuk terus berinovasi, khususnya dalam mengembangkan UMKM dan sektor pariwisata,” ungkap Bupati Azwar.

Keseluruhan rangkaian acara Leaders Offsite Meeting Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini turut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing KUKM Kemenko Perekonomian; Bupati Banyuwangi; Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Quran; Direksi Bank Penyalur KUR dan Penjamin KUR; serta stakeholder terkait lainnya. (InfoPublik.id)