Pemprov DKI Jakarta Tuan Rumah Workshop Kesehatan Lansia



SEBARIN.INFO, Jakarta, - Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-23, Pemprov DKI Jakarta menjadi tuan rumah kegiatan workshop kesehatan lansia, bertema “Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lansia, Menuju Terwujudnya Lansia Indonesia yang Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif”.

Selain penyelenggaraan workshop, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan peluncuran pedoman untuk puskemas, dalam program Perawatan Jangka Panjang (PJP) bagi lansia dan panduan praktis untuk caregiver (pengasuh) dalam PJP bagi lansia.

“Alhamdulillah pada hari ini, kita di DKI Jakarta berterima kasih, bahwa Kementerian Kesehatan menyelenggarakan kegiatan workshop di tempat kami. Sebuah kehormatan tersendiri buat kita, untuk bisa menyambut para peserta dari berbagai wilayah di Tanah Air. Dan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional dalam bentuk workshop, adalah sesuatu yang penting. Kita menyadari bahwa begitu berbicara tentang masyarakat lanjut usia. Maka sesungguhnya, kita berbicara tentang hasil pembangunan manusia,” kata Gubernur DKI Jakarta,  Anies Baswedan di Balai Kota DKI  Jakarta, Jumat (5/7).

Terkait dengan kegiatan ini, Anies menuturkan, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki beberapa program khusus bagi penduduk lansia, salah satunya melalui Kartu Lansia Jakarta (KLJ). KLJ diberikan kepada masyarakat lansia yang secara sosial ekonomi memiliki keterbatasan, sehingga mereka mendapatkan uang tunai untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus perawatan kesehatannya.

Selain itu, Anies juga menekankan, kebijakan untuk selalu jemput bola dengan cara mendatangi rumah-rumah, menginspeksi, dan memastikan, bahwa setiap penduduk lansia tertangani kesehatannya dengan baik. “Dan kami di Pemprov DKI Jakarta ingin menggariskan termasuk ke bank, bahwa pelayanan Gold harus diberikan pada warga lansia. Merekalah golden customer. Jadi kalau warga lansia ingin mencairkan dananya, maka antreannya akan didahulukan, justru diprioritaskan. Karena cara kita menghargai orang tua menggambarkan juga, nanti bagaimana adab sebuah masyarakat,” ucapnya.

Anies juga menyebut, jumlah masyarakat lanjut usia di Indonesia pada tahun 2017 berjumlah sekitar 23 juta atau sekitar 9% dari total penduduk nasional. Jumlah tersebut diprediksi akan bertambah menjadi 27 juta penduduk lansia. Anies menyebut data dan prediksi jumlah penduduk lansia Indonesia patut disyukuri, karena menunjukkan pembangunan manusia berada angka positif, atau dengan kata lain memperlihatkan angka harapan hidup yang meningkat.

“Tapi pekerjaan rumahnya, kemudian bagaimana kita mengelola ini. Karena tanpa ada pengelolaan yang baik, perencanaan nasional yang baik, kita mungkin akan mengalami masalah-masalah yang dialami beberapa bangsa, yang sering disebut dengan istilah ‘the silvering society’. Karena masyarakat dengan porsi penduduk lanjut usianya besar. Kalau lanjut usia itu, masa produktif sudah lewat, mereka yang masih produktif harus menyiapkan sebuah sistem jaminan sosial yang memastikan bahwa warga lanjut usia tetap memiliki kesejahteraan yang baik,” jelasnya..

Perlu diketahui, kegiatan workshop kesehatan lansia tahun 2019 ini dihadiri oleh Kementerian Kesehatan Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dr. Kirana Pritasari, perwakilan Pemerintah Provinsi dari seluruh wilayah Indonesia, organisasi profesi, akademisi, dan LSM pemerhati lansia. Kolaborasi bersama lintas sektor dan lembaga tersebut diharapkan dapat menyusun inovasi baru dalam upaya pelayanan kepada masyarakat lanjut usia Indonesia.

“Saya harap ini peringatan yang benar-benar kita ingat, bahwa masalah lansia harus kita siapkan solusinya dengan baik. Kita harus punya langkah-langkahnya sehingga hari lansia bukan jadi seremoni saja. Tapi hari lansia jadi sebuah peringatan bermakna yang membuat kita melakukan perubahan dalam cara kita melayani dan mengelola warga lanjut usia di tempat kita,” ungkapnya.(InfoPublik.id)