Pengembangan Produk Onkologi Lokal Untuk Penuhi Kebutuhan Masyarakat Lokal



SEBARIN.INFO, Jakarta, - Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek meresmikan Fasilitas Produksi PT. CKD Otto Pharamaceutical di Cikarang, Jawa Barat (9/7). Fasilitas produksi tersebut sebagai salah satu industri farmasi yang melakukan pengembangan produk onkologi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal sekaligus ekspor.

Menteri Nila mengatakan Indonesia saat ini sangat membutuhkan industri farmasi terutama yang memproduksi produk onkologi oleh produsen lokal sehingga dapat meminimalisir biaya pengobatan, dan pasien kanker mendapatkan pengobatan yang optimal.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 prevalensi penyakit kanker di Indonesia mengalami kenaikan dari 1,4 persen (RISKESDAS 2013) menjadi 1,8 persen. Penyakit kanker membutuhkan penanganan yang intensif namun beberapa obat kanker yang ada pada saat ini masih merupakan obat impor dengan harga yang tinggi.

“Tingginya harga obat kanker menyebabkan adanya pembebanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” kata Menteri Nila melalui keterangan resmi yang diterima InfoPublik Rabu (10/7).

Berdasarkan hal tersebut di atas, Indonesia pada saat ini sangat membutuhkan industri farmasi terutama yang memproduksi produk onkologi. Produksi produk onkologi oleh produsen lokal diharapkan dapat meminimalisir biaya pengobatan, sehingga pasien kanker mendapatkan pengobatan yang optimal.

Menteri Nila berharap fasilitas produksi produk onkologi dapat meningkatkan ketersediaan produk onkologi dan mempermudah akses pasien akan pengobatan yang terjangkau, sehingga fasilitas dan kualitas dalam negeri dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

“Saya berharap juga agar di masa medatang PT. CKD Otto Pharmaceutical dapat melakukan riset dan inovasi dalam pengembangan produk onkologi lain sehingga dapat diproduksi di Indonesia dan mengurangi ketergantungan impor,” kata Menteri Nila.

Presiden Direktur PT CKD OTTO Pharma Baik In Hyun menyampaikan bahwa pada Februari 2019, CKD OTTO Pharma telah menerima sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menjadikan perusahaan farmasi pertama untuk produk onkologi dengan sertifikasi halal di Indonesia.

PT. CKD Otto Pharmaceuticals merupakan industri farmasi joint venture antara Industri Farmasi Lokal PT. Otto Pharmaceutical dengan Industri Farmasi Korea Selatan Chong Kun Dang Pharmaceuticals yang mengimplementasikan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan dalam menjamin ketersediaan sediaan farmasi sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam Rangka JKN.

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan industri farmasi diharapkan dapat secara mandiri menghasilkan obat, bahan baku obat, dan alat kesehatan untuk kebutuhan nasional dan ekspor.

Juga penguasaan akan teknologi industri farmasi, PT. CKD Otto Pharmaceuticals telah melaksanakan amanat tersebut melalui transfer teknologi dengan Chong Kun Dang Pharmaceuticals dan pengembangan Active Pharmaceutical Ingredient (API). (InfoPublik.id)