Perlindungan Asuransi Bagi Mitra dan Pengguna



SEBARIN.INFO, Jakarta, - Jasa Raharja bersama GOJEK (PT Aplikasi Karya Anak Bangsa) melakukan inisiatif kerja sama dalam memfasilitasi operator Angkutan Sewa Khusus (ASK) untuk pengutipan luran Wajib yang dapat memberikan kepastian jaminan bagi pengguna angkutan online berbasis aplikasi.

Hal tersebut menjadi kebutuhan penting, mengingat tingginya dinamika perubahan kebiasaan perilaku masyarakat Indonesia dalam mobilitas di industri transportasi, khususnya angkutan penumpang berbasis aplikasi, menjadikan aplikasi GOJEK bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat dalam melakukan mobilisasi.

Adapun penandatanganan Kesepakatan Bersama diantara keduanya tentang Kerja Sama Penghimpunan Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dilakukan langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo S, dan Co-Founder GOJEK Kevin Aluwi, serta disaksikan beberapa Pejabat Utama dari Kementerian Perhubungan RI, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian Kominfo dan Kepolisian serta Pengamat Transportasi di Jakarta, Jumat (19/7).

Dalam memajukan transportasi online, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 118 Tahun 2018, di mana Angkutan Sewa Khusus (berbasis aplikasi) menjadi salah satu sarana angkutan umum yang sah.

Salah satu aspek yang harus dipenuhi berdasarkan peraturan tersebut ialah keselamatan dan keamanan, di mana setiap angkutan online wajib memberikan perlindungan asuransi kepada penumpang dari risiko kecelakaan. Hal ini sejalan dengan amanat UU Nomor 33 Tahun 1964 yang dilaksanakan oleh Jasa Raharja tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo S mengemukakan, melalui kerja sama ini, pihaknya dapat memberikan jaminan perlindungan apabila pengguna angkutan online GO-CAR mengalami musibah kecelakaan ketika dalam perjalanan.

"Di era transformasi yang serba digital saat ini, Jasa Raharja bekerja sama dengan POLRI dan BPJS telah memiliki sistem yang terintegrasi, di mana masing-masing instansi dapat mengetahui terjadinya suatu kecelakaan Ialu lintas jalan, dan mengetahui dimana korban dirawat secara real time. Sehingga terhadap pengguna angkutan online yang mengalami kecelakaan, akan mendapatkan kepastian status keterjaminan secara cepat," ujar Budi Raharjo, Jumat (19/7).

Co-Founder GOJEK, Kevin Aluwi menambahkan, perlindungan asuransi yang disediakan Jasa Raharja, melindungi tak hanya penumpang, namun juga mitra driver GO-CAR atas berbagai risiko yang terjadi selama perjalanan.

Kerja sama GOJEK dengan Jasa Raharja merupakan bagian dari inisiatif keamanan GOJEK yang terdiri dari tiga pilar, yakni pencegahan, perlindungan dan penanganan yang sigap. Upaya pencegahan dilakukan GOJEK bersama dengan berbagai institusi terkait melalui program edukasi berkelanjutan bagi mitra driver.

"Upaya perlindungan dijalankan melalui ketersediaan asuransi dan pengembangan fitur keamanan pada aplikasi. Sementara untuk penanganan yang sigap, GOJEK memiliki unit darurat khusus yang siaga 24 jam untuk memberikan bantuan bagi korban," ujar Kevin.

Sementara kehadiran Iayanan Jasa Raharja, merupakan wujud negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum, dan korban kecelakaan Lalu Lintas Jalan, hal ini dibuktikan selama periode Semester I 2019, lebih dari 80 persen korban Meninggal Dunia di tempat kejadian dapat dibayarkan kurang dari 2 hari, sehingga apabila di rata-rata, penyerahan Santunan bagi korban meninggal dunia dapat diselesaikan dalam waktu 1,68 hari. (InfoPublik.id)