Advertisement here

Sebutkan pers yang muncul pada masa pergerakan!

I. Periode Penjajahan Belanda


Munculnya pers di Indonesia berawal dari masa colonial Belanda. Ketika VOC menyadari manfaat pers untuk mencetak setiap aturan – aturan hukum atau perjanjian yang ditetapkan oleh pemerintahan. Karena tidak ada tenaga terampil maka VOC melakukan kontrak kerja dengan Brant. Hasil cetakannya antara lain:

·         Tijboek ( sejenis kalender)

·         Perjanjian Bongaya

·         Literatur penginjilan

·         Kitab – kitab keagamaan dan traktat lain

Pers berkembang lagi dengan penerbitan surat kabar pertama di IndonesiaBataviasche Novelles en Politique Raisonemnetan. Surat kabar tersebut terbit selama 2 tahun, dan dilarang terbit oleh pemerintah dengan alas an diduga akan mengganggu bisnis VOC di Hindia Belanda. Dalam praktek pers pada masa ini dikontrol dan dikekang dengan ketat sehingga banyak tokoh pers yang ditangkap dan dipenjarakan.


II. Periode pergerakan nasional


Pergerakan nasional dimulai dengan lahirnya boedi utomo pada tanggal 20 mei 1908.Pers nasional pada zaman pergerakan lebih banyak berfungsi sebagai alat perjuangan. Pers merupakan terompet dari organisasi pergerakan orang Indonesia. Surat kabar nasional menjadi semacam parlemen bagi orang Indonesia yang terjajah. Pers juga menyuarakan kepedihan, penderitaan, dan merupakan refleksi dari isi hati bangsa terjajah. Jadi, pers nasional menjadi pendorong bansa Indonesia dalam perjuangan memperbaiki nasib & kedudukan.


Beberapa surat kabar pada masa pergerakan nasional:

·         Harian “ Sedio Tomo”, terbitan Boedi utomo terbit di Jogjakarta berdiri Juni tahun 1920.

·         Harian “Darmo Kondo” terbit di Solo dipimpin Soedarjo cokrosiswono

·         Harian “Utusan Hindia” terbit di Surabaya dipimpin oleh H.O.S Cokroaminoto

·         Harian “Fajar Asia” terbit di Jakarta dipimpin oleh H. Agus Salim.

·         Majalah mingguan “Pikiran Rakyat” terbit di Bandung dipimpin Ir. Soekarno

·         Majalah berkala “Daulah Rakyat” dipimpin Moh. Hatta dan Sutan Syahrir

Karena sifat dan isi pers pergerakan adalah anti penjajah maka pers mendapat tekanan dari pemerintah Hindia- Belanda. Salah satu cara Hindia- Belanda adalah dengan memberikan hak pada pemerintah untuk memberhangus dan menutup usaha penerbitan pers pergerakan. Pada masa pers pergerakan ini berdirilah kantor berita ANTARA pada tanggal 13 Desember1937.


III. Periode pendudukan Jepang


Jepang menduduki Indonesia selama 3,5 tahun. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia , Jepang melakukan propaganda tentang Asia Timur Raya ( 3A ). Namun propaganda itu hanya demi kejayaan Jepang, sebagai konsekuensi seluruh sumber daya di Indonesia diarahkan untuk kepentingan Jepang.

Pers nasional pada waktu pendudukan Jepang mengalami kenunduran sebab pers nasional pada zaman pergerakan secara sendiri – sendiri dipaksa bergabung untuk tujuan yang sama yaitu kepentingan Jepang dan bersifat pro Jepang.

Beberapa harian pada pemerintahan Jepang:

·         Asia Raya ( Jakarta )

·         Sinar Baru ( Semarang )

·         Suara Asia ( Surabaya )

·         Tjahaya ( Bandung )





IV. Pers pada masa revolusi fisik ( 1945 – 1949 )

Pada masa ini Indonesia berusaha mempertahankan kemerdekaannya dari Belanda yang ingin kembali berkuasa di Indonesia . Pada masa itu pers dibagi menjadi 2 yaitu:

1.      Pers NICA : Pers yang diterbitkan oleh sekutu dan Belanda.

Tujuan : Mempengaruhi rakyat Indonesia agar mau menerima kembali Belanda berkuasa kembali di Indonesia.

Contoh Harian :

·         Warta Indonesia ( Jakarta )

·         Persatuan ( Bandung )

·         Suluh Rakyat ( Semarang )

·         Pelita Rakyat ( Surabaya )

·         Mustika ( Medan)

2.      Pers Republik : Pers yang diterbitkan oleh orang Indonesia.

Tujuan :

·         Menyuarakan semangat mempertahankan kemerdekaan dan menentang sekutu – Belanda

·         Menyebarluaskan informasi mengenai proklamasi Indonesia

·         Menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran nasional akan arti pentingnya kemerdekan

Contoh harian :

·         Merdeka

·         Sumber

·         Pemandangan

·         Kedaulatan Rakyat




V. Pers masa demokrasi liberal ( 1949 – 1959 )

Di masa ini landasan kemerdekaan pers adalah KRIS dan UUDS 1950. Konstitusi dengan tegas melindungi kebebasan pers. Namun kebebasan pers disalahgunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan sekelompok orang (parpol).

Contoh surat kabar:

·         Pedoman ( PSI)

·         Duta Masyarakat ( NU )

·         Harian Rakyat ( PKI )

·         Suluh Indonesia (PNI )

·         Abadi ( Masyumi)



VI. Pers masa demokrasi terpimpin ( 1959 – 1966 )

Di awali Dekrit Presiden 5 Juli 1959. SIT diberlakukan secara terbatas dan ketat. Penerbit yang telah ada diwajibkan mengajukan permohonan SIT lagi. Pada masa ini presiden Soekarno memegang kendali atas segenap bidang kehidupan termasuk pers. Adapun beberapa ketentuan yang diberlakukan, antara lain :

·         Pers berbahasa cina dilarang

·         Diarahkan kepada pemulihan berlakunya UUD 1945

·         Isi berita sesuai doktrin Manipol-Usdek ( Manifesto Politik UUDS, Demokrasi, Ekonomi terpimpin )



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here