Tiga Cara Jaga Siklus Inovasi Pelayanan Publik



SEBARIN.INFO, Jakarta,- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) lakukan tiga hal ini dalam rangka menjaga siklus pertumbuhan inovasi pelayanan publik di setiap instansi pemerintah.

Pertama, mendorong setiap unit pelayanan melahirkan terobosan. Kedua, mengembangkan inovasi tersebut dengan skala nasional, dan terakhir melembagakan inovasi terbaik agar terus berkelanjutan.

Menteri PANRB Syafruddin menjelaskan, langkah pertama adalah menggelar kompetisi terkait pelayanan publik. Sehingga para Aparatur Sipil Negara (ASN) terpacu dalam menciptakan inovasi dalam melayani rakyat.

Dalam kompetisi ini, juga akan diberikan sejumlah insentif untuk memelihara inovasi pelayanan yang diciptakan. "Sekaligus memacu semangat yang lain untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik,” kata Syafruddin dalam siaran pers, Jumat (19/7).

Kedua, Inovasi itu kemudian dikembangkan melalui metode transfer knowledge dan membangun pilot project wilayah sebagai suar percontohan bagi daerah lainnya. Saat ini, sudah berdiri tiga Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan.

Transfer knowledge juga dilakukan dengan scaling up bagi inovasi terpilih dengan cara glokalisasi, yakni program daerah menjadi program nasional. “Artinya, perluasan sudah terjadi secara positif,” imbuhnya.

Terakhir, pelembagaan inovasi adalah mendorong inovasi menjadi budaya organisasi, sehingga setiap individu pelayan publik dapat selalu berpikir inovatif.

Tujuanya, inovasi yang dilakukan dapat terus dijalankan terus menerus meskipun adanya pergantian pucuk pimpinan. 
“Walaupun kepemimpinan organisasi berganti, inovasi tetap berjalan, jangan sampai berhenti,” pungkasnya. (InfoPublik .id)