Ungkap TPPU Rp 60 Miliar Kasus Narkotika



SEBARIN.INFO, Jakarta,- Berangkat dari pengungkapan kasus-kasus tindak pidana narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) turut melakukan penyitaan terhadap aset para tersangka yang dihasilkan dari bisnis haram tersebut.

Adapun aset-aset yang dibeli oleh para tersangka dari hasil penjualan narkotika yang dilakukan antara lain rumah, apartemen, tanah, kendaraan, perhiasan, dan bahkan untuk mendirikan perusahaan.

Selain itu para tersangka juga memiliki beberapa rekening bank baik atas nama mereka sendiri, keluarga, maupun orang lain untuk dijadikan sebagai tempat penampungan uang dalam bisnis gelap tersebut.

Kepala BNN Heru Winarko menjelaskan, dalam pengungkapan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika kali ini BNN menyita sejumlah aset dengan total sebesar kurang lebih Rp 60.078.957.386.

"Ini berasal dari 20 kasus tindak pidana narkotika yang berhasil diungkap BNN sejak bulan Januari sampai dengan Juli 2019," kata Heru dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/7).

Rincian total aset yang disita diantaranya, 41 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 34.784.380.000. 1 unit pabrik senilai Rp 3.000.000.000, 2 unit mesin potong padi senilai Rp 1.000.000.000, 30 unit mobil senilai Rp 6.852.000.000, motor senilai Rp 2.698.000.000, 440 batang kayu jati gelondongan senilai Rp 90.000.000, perhiasan senilai Rp 617.000.000 dan uang tunai sebesar Rp 11.036.677.386.

Seluruh aset TPPU dari kasus narkotika tersebut disita dari 22 orang tersangka yang sebagian besar merupakan narapidana yang sedang menjalankan hukuman di Lapas terkait tindak pidana narkotika.

Sementara itu, sebagian lainnya merupakan para pelaku yang baru ditangkap serta para pelaku yang sudah beberapa kali melakukan kejahatan tersebut.

Seluruh tersangka dijerat dengan Undang-Undang No.8 Tahun 2010 Pasal 3, 4, dan 5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Pasal 137 tentang Narkotika. (InfoPublik.id)