Tingkatkan Layanan Pendidikan Bagi Disabilitas



SEBARIN.INFO, Jakarta, - Kementerian Agama berkomitmen penuh menjalankan Undang Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Sekjen Kemenag M. Nur Kholis Setiawan mengatakan, Kementerian Agama memiliki fungsi pendidikan agama dan keagamaan selain fungsi agama itu sendiri. Ada kurang lebih 80 ribu madrasah dengan kurang lebih 10 juta siswa.

"Tentu ketika bicara UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, kewajiban Kemenag tentang penyediaan akses pendidikan, di sana ada madrasah inklusi yang memberikan akses pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus," ujar Sekjen saat menerima Tenaga Ahli Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP), Sunarman Sukamto di Jakarta, Rabu (24/7).

Hadir mendampingi Sekjen, Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar. Tampak hadir aktivis Tuli Achmad Fathi Khalidi, Surya Sahetapy, Aditya P dari Youth of Indonesia (YOI), Rizwan Hemawan dan M. Fajrussalam sebagai juru bahasa isyarat.

Sekjen mencontohkan, untuk pemenuhan kebutuhan bagi disabilitas, Universitas Islam Negeri (UIN) Kalijaga Yogyakarta menyediakan jurubahasa isyarat pada khutbah Jumat.

"Kemenag memiliki 72 perguruan tinggi keagamaan negeri, 54 di antaranya merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, dan ada sejumlah perguruan tinggi Islam yang memiliki layanan akses pendidikan bagi disabilitas, tapi belum masif," kata Sekjen.

Direktur KSKK Umar menambahkan, di Malang ada Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Arrayhan yang memiliki siswa berkebutuhan khusus.

"Tahun ini MI tersebut menerima 25 siswa berkebutuhan khusus dan dimasukkan kedalam 5 rombongan belajar, mereka akan belajar bersama dengan siswa lainnya," ujar Umar.

"Kami akan minta madrasah lainnya untuk menerima siswa berkebutuhan khusus dan akan dilakukan pelatihan-pelatihan bagi guru yang akan melayani siswa tersebut," lanjutnya.

Aktivis Tuli Achmad Fathi Khalidi menegaskan harapannya, agar di tempat ibadah seperti masjid disediakan arah atau petunjuk ke tempat wudhu, jalur khusus kursi roda, dan toilet bagi disabilitas. Selain itu ia berharap ada layanan bagi jemaah autis. (InfoPublik.id)