Tuan Rumah Organisasi Sufi Dunia



SEBARIN.INFO, Jakarta, - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari ini menerima kunjungan Masyayikh Al Iltihad As Sufi Al Alamy. Dua tokoh sufi yang datang adalah Mufti Damaskus Syeikh Adnan al-Afyuni dan Ketua Asosiasi Dunia Para Asyraf/Habaib keturunan al-Idrisi, Syeikh M.Syuhumi al-Idrisiy asal Libya.

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Menag, Kantor Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta Pusat, Selasa (23/7). Turut mendampingi Menag, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Kabag TU Pimpinan Khoirul Huda, dan Muchlis M Hanafi.

"Alhamdulillah kami bersyukur dan berbahagia pagi ini bisa menerima yang mulia, tentu keberkahan tersendiri bagi kami. Mudah-mudahan berkah Allah menyertai kehadiran yang mulia," kata Menag saat menyambut Syeikh Adnan al-Afyuni dan Syeikh M.Syuhumi al-Idrisiy.

Kedua sufi ini datang untuk melaporkan hasil pertemuan terakhir para tokoh sufi. Pertemuan tersebut digelar sebagai tindaklanjut konferensi para tokoh sufi yang berlangsung di Pekalongan, April lalu, yang ditutup oleh Menag Lukman Hakim.

"Salah satu rekomendasi dari Konferensi Ulama Sufi Internasional di Kabupaten Pekalongan adalah membentuk organisasi internasional untuk para sufi atau World Sufi Union. Inilah hasil dari rapat yang kami gelar pada 17-19 Juli lalu yang pokok pembahasannya menindaklanjuti hasil konfrensi di Pekalongan," kata Syeikh Adnan al-Afyuni mengawali perbincangan dengan Menag.

Dalam pertremuan tersebut Syeikh Adnan al-Afyuni juga menjelaskan struktur Al Iltihad As Sufi Al Alamy yang terdiri dari Dewan Pakar berisi mereka yang pakar di bidang keilmuan dan tasawuf, Majelis Idarah yang dipimpin oleh Habib Lutfi.

Para sufi di dunia, lanjut Syeikh Adnan al-Afyuni, menyambut baik kelahiran organisasi sufi dunia di Indonesia. Para sufi dunia juga sangat optimis dengan berdirinya organisasi ini di Indonesia. Dalam padangan para sufi dan tokoh dunia Islam, Indonesia memiliki nilai yang sangat strategis dengan jumlah umat muslim terbesar dunia. Indonesia juga dikenal ramah dan toleran, kemudian Islam masuk ke Indoneisa dengan kasih sayang dan cinta kasih.

"Ini bibit-bibit yang sangat baik. Jadi kami optimis berdirinya organiasi ini akan berkembang dengan baik. Buktinya kami bersidang hanya tiga hari. Biasanya organisasi lain bisa berbulan bulan merumuskan pondasi dasar organisasi dan membentuk struktur organisasi. Kita dengan cepat membentuk semua termasuk melakukan komunikasi dengan para sufi dunia," tutur Syeikh Adnan al-Afyuni.

"Kami juga sudah melaporkan kabar baik ini kepada Menteri Wakaf Suria dan beliau menyampaikan salam kepada Menteri Agama dan beliau menyatakan mendukung Indonesia sebagai tuan rumah sufi dunia," ujarya.

Menag Lukman Hakim mengapresiasi atas sukses muktamar sufi di Pekalaongan beberapa waktu lalu. "Forum tersebut sangat penting dan strategis dalam konteks saat ini. Kami amat sangat bersepakat bahwa tasawuf saat ini memiliki urgensi yang sangat tinggi karena memang peradaban dunia khususnya dalam mendalami agama tidak hanya dilakukan dengan pendekatan nalar," kata Menag.

Dikatakan Menag, agama Islam perlu didekati dengan pendekatan tasawuf. Sebab, tasawuf menyatukan dalam upaya menjaga nilai kemanusiaan. "Kami juga mengapresiasi tindak lanjut dari muktamar, yaitu perlunya persatuan para sufi se dunia. Selaku Menag, sekali lagi kami sangat bersyukur atas penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah persatuan para sufi se dunia. Tentu kami akan memberikan support atas terbentuknya forum ini dan kami sangat bersenang hati untuk bekerja sama," ujar Menag.

Dijelaskan Menag misi pemerintah adalah agar agama tidak dijadikan alat untuk membuat jarak di antara umat. Sebaliknya, agama harus menyatukan dalam keberagaman. "Dan pendekatan tasawuf kita jadikan strategi untuk menjaga harkat dan martabat manusia. Saya sangat terkesan dengan penjelasan yang mulia dan menjadi dorongan bagi kami dalam menjaga peradaban dunia," tandas Menag. (InfoPublik.id)